Seputar Publik / Teknologi

Kapan Terakhir ke Pasar? Refleksi Hendry Ch Bangun tentang Wartawan, Lapangan, dan Suara Rakyat

Pengalaman panjang di Kompas dan Warta Kota membawa Hendry Ch Bangun pada satu kesimpulan sederhana: memahami masyarakat tidak cukup hanya dari balik meja redaksi.
Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional

Saya beberapa kali keliling naik sepeda motor untuk berbincang dengan tukang kaca di Pintu Besar, penjual perlengkapan kapal, pelukis keliling, rumah abu dan juga penjual mainan di Asemka, sepotong jalan yang pernah menjadi kantor-kantor media masa 1950an-1970an seperti Fleet Street di London. Ketika menjadi mahasiswa saya pun pernah mengambil honor tulisan di kantor Sinar Harapan di Kawasan ini yakni di jalan Ekor Kuning, sebelum mereka pindah kantor ke Jalan Dewi Sartika Jakarta Timur.

Berkeliling mencari informasi di lapangan sangat menyenangkan karena mendapat gambaran sekilas kondisi riil di tengah masyarakat. Kalau naik mikrolet saya sering mencuri dengar apa yang  diperbincangkan penumpang. Ngobrol dengan pedagang di pinggir trotoar, emperan, atau tukang nasi goreng yang numpang di balik pagar kantor. Saya baru tahu waktu, mereka ini setiap bulan bayar uang jago ke orang tertentu agar tidak diganggu. Bahkan kavling-nya itu bisa dia jual kalau pindah ke lokasi lain, karena sudah punya pelanggan tetap.

Tulis Komentar

Komentar