Seputar Publik / Teknologi

Kapan Terakhir ke Pasar? Refleksi Hendry Ch Bangun tentang Wartawan, Lapangan, dan Suara Rakyat

Pengalaman panjang di Kompas dan Warta Kota membawa Hendry Ch Bangun pada satu kesimpulan sederhana: memahami masyarakat tidak cukup hanya dari balik meja redaksi.
Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional

Singkat cerita meskipun Warta Kota harus berjuang, berdarah-darah, bakar uang sekitar  4 tahun, di masa jayanya koran ini menjadi nomer satu di Jabodetabek, dengan pelanggan terbesar di wilayah Selatan sampai Depok dan Bogor. Dengan oplag terbesar pernah menembus di atas 500.000 eksemplar di tahun 2006 dan 2006 (kata orang karena harganya Rp 1.000), perjuangan dari titik nol membuat Warta Kota dua kali merebut penghargaan dari grup sebagai Perusahaan Kecil Terbaik KG dengan hadiah tunai Rp 75 dan Rp 100 juta. 

Kepercayaan masyarakat itu pula yang membuat Warta Kota menjadi koran kota pertama yang dipasangi iklan oleh perusahaan eceran asing yakni Giant. Kemudian disusul oleh Carrefour dan Hypermart. Sebab meski sebagian besar pembacanya golongan C+ tetapi pembaca setianya mayoritas ibu rumah tangga yang suka belanja di toko serba ada. Ya, kami memang bikin survei rutin setiap tahun untuk mengetahui Status Ekonomi Sosial pembaca.  Tahu apa yang mereka mau dan inginkan, dan liputan disesuaikan. ***

Tulis Komentar

Komentar