Connor menambahkan bahwa Lost In Space Media hadir untuk menggali kembali nilai-nilai dari berbagai tempat dan praktik yang telah bertahan selama berabad-abad. Di tengah perkembangan teknologi digital, kecerdasan buatan, dan otomatisasi, masih banyak pelajaran berharga yang dapat dipetik dari kearifan lokal dan tradisi yang terus dijaga.
"Kami percaya bahwa masa depan tidak harus meninggalkan masa lalu. Justru dari warisan dan praktik yang telah bertahan lama, kita dapat menemukan inspirasi mengenai keberlanjutan, ketangguhan, dan keseimbangan hidup," tambahnya.
Lost In Space Media merupakan kolektif petualang dan penutur cerita yang mengangkat beragam kisah dari berbagai penjuru dunia melalui film, fotografi, tulisan, dan percakapan. Karya-karya mereka berfokus pada pertemuan antara tradisi dan teknologi, keahlian manusia dan inovasi, serta warisan budaya dengan masa depan.
Bagi PTPN I, peliputan internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi perkebunan Indonesia kepada masyarakat global. Kebun Rancabali tidak hanya dikenal sebagai penghasil teh berkualitas, tetapi juga merepresentasikan sejarah panjang perkebunan nasional yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan lingkungan.
Sejalan dengan transformasi yang terus dijalankan, PTPN I berkomitmen meningkatkan produktivitas, memperkuat prinsip keberlanjutan, serta mengembangkan potensi agroindustri dan agrowisata. Melalui langkah tersebut, Holding Perkebunan Nusantara berharap komoditas perkebunan Indonesia semakin berdaya saing dan mampu memperkuat posisinya di pasar global.(Adv)*
Komentar