Seputarpublik, Jakarta – Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan himbauan kepada para remaja yang berusia 15 tahun ke atas agar terbiasa melakukan deteksi dini penyakit kardiovaskular . Upaya dari hal tersebut akan di sebarkan ke sekolah-sekolah untuk mencegah penyakit ini yang semakin merebak di kalangan anak muda.
Edukasi Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular di Setiap Sekolah
Kepala Sub Direktorat, Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Jantung dan Pembuluh Darah Kemenkes Republik Indonesia.Dr. Theresia Sandra Diah Ratih MHA, telah menjelaskan, nanti murid akan di ajarkan cara untuk memakai tensi digital di sekolah. Sebagai edukasi mendeteksi dini tiga penyakit yaitu obesitas, deabetes, dan hipertensi.
Hal tersebut, guna mendeteksi tiga penyakit utama yaitu deabetes, obesitas, dan hipertensi, dengan pengukuran deteksi dini yang di lakukan antara lain pengecekan tensi darah, tinggi dan berat badan, serta pengecekan kadar gula dalam darah. Hal ini sangat penting karena dapat menjadi penentu, bagaimana kualitas kesehatan si anak. Menurut dr. Sandra, semakin cepat di temukan masalah tersebut, maka akan semakin tinggi keberhasilan untuk sembuh totalnya.
Deteksi Dini Penyakit Kardiovaskular di Setiap Perusahaan
Deteksi dini penyakit kardiovaskular, lanjut dr. Sandra, akan di lakukan juga pada perusahaan-perusahaan. Kemenkes RI akan terus mengimbau kepada setiap perusahaan untuk sedikitnya pada waktu setahun sekali untuk melakukan deteksi dini dengan secara gratis kepada para karyawannya.
“Deteksi dini tersebut di lakukan bukan hanya sebagai suatu bentuk kepedulian yang nyata dari perusahaan terhadap karyawan, namun hal tersebut juga dapat untuk membantu masyarakat agar lebih aware terhadap deteksi dini yang belum menjadi sebuah kebiasaan,” kata dr. Sandra.
“Deteksi dini sederhana seperti mengukur tensi darah. Serta mencari tahu kadar gula dalam darah, mengukur tinggi dan berat badan, dengan secara gratis dan dapat di lakukan di Puskesmas ataupun Posbindu Lansia serta Posbindu Remaja. Tetapi, kalau EKG hingga kadar lipid, hanya gratis pada seseorang yang telah tercover BPJS Kesehatan,” pungkasnya.
Penyakit Kardiovaskular
Penyakit kardiovaskular merupakan masalah kesehatan atau penyakit yang tidak menular, namun sangat perlu untuk di waspadai. Karena, penyakit ini menjadi penyebab kematian utama di seluruh dunia, terutama di Negara yang berpenghasilan rendah hingga menengah seperti Indonesia.
Pada 2030, kasus kematian yang di akibatkan oleh penyakit kardiovaskular secara global di perkirakan akan mencapai 23 juta per tahun. Kondisi saat ini, di dunia telah terdapat sekitar 17 juta kematian yang di akibatkan penyakit kardiovaskular ini. Jumlah tersebut mencapai 31 persen dari seluruh total kasus kematian yang ada di dunia.
Jenis-jenis Penyakit Kardiovaskular
- Aritmia, kondisi detak jantung yang tidak normal yang di karenakan influs elektrik tidak bekerja dengan baik.
- Penyakit jantung koroner, penyumbatan di pembuluh arteri koroner yang di karenakan terjadinya penumpukan plak.
- Kardiomiopati, gangguan pada otot jantung yang menyebabkan gagagal jantung serta gangguan katup jantung.
- Stroke, terjadinya sumbatan atau pecahnya pembuluh darah, yang menyebabkan pasokan darah menuju otak terganggu.
- Deep vein thrombosis (DVT), trombosis vena terjadinya gumpalandarah di pembuluh darah vena.
- Penyakit arteri perifer, tersumbatnya aliran darah yang menuju ke kaki.
Itulah mengapa penting sekali untuk mendeteksi dini penyakit kardiovaskular, semoga beberapa rencana untuk memberikan edukasi dan deteksi dini tersebut akan benar-benar di laksanakan di Indonesia.