Menurut Syahrul Aidi, politik luar negeri bebas aktif perlu terus menjadi instrumen strategis Indonesia dalam menjaga posisi dan ruang gerak nasional, sekaligus memperkuat kerja sama bilateral, regional, dan multilateral.
“Indonesia tidak boleh hanya menjadi objek dalam perubahan geopolitik. Diplomasi kita harus mampu menjaga kedaulatan, memperluas kemitraan, melindungi WNI, serta memastikan Indonesia memiliki posisi yang kuat dalam menentukan kepentingannya sendiri,” katanya.
Pandangan tersebut sejalan dengan penegasan pemerintah bahwa politik luar negeri Indonesia tetap berlandaskan prinsip bebas aktif. Usai dilantik, Arrmanatha juga menyampaikan bahwa politik luar negeri bebas aktif akan tetap menjadi pijakan Indonesia dalam menghadapi dinamika global.
BKSAP Soroti Isu Kemanusiaan Palestina
Syahrul Aidi juga menegaskan pentingnya konsistensi Indonesia dalam mendorong perdamaian dan penghormatan terhadap hukum internasional.
Ia secara khusus menyoroti kondisi kemanusiaan di Palestina, terutama di Jalur Gaza, dan berharap isu tersebut tetap menjadi salah satu perhatian dalam diplomasi Indonesia di bawah kepemimpinan Menteri Luar Negeri yang baru.
Komentar