Prosesi ini diiringi suasana hangat dan penuh canda khas Betawi, dipandu oleh pembawa acara (Mpo Amira dan Bang Aden) yang memanggil satu per satu perwakilan wilayah untuk memperkenalkan hantaran yang dibawa.
Dari Jakarta Pusat, hidangan nasi kebuli menjadi pembuka yang langsung mencuri perhatian berkat aromanya yang khas.
Jakarta Utara kemudian menghadirkan beragam kuliner, seperti bebek oblok hingga camilan tradisional, seperti biji ketapang, kembang goyang, kacang umpet, dan dodol Betawi.
Sementara itu, Jakarta Barat menampilkan pindang bandeng dan gabus pucung, dua menu tradisional yang jarang ditemui di luar acara adat.
Jakarta Selatan turut meramaikan dengan ayam kuning, pecak gurame, serta nasi goreng mengkudu yang mencerminkan perpaduan cita rasa tradisional dan modern.
Dari Jakarta Timur, nasi uduk Mak Lengket yang legendaris menjadi andalan, dilengkapi roti buaya sebagai simbol kesetiaan dan kemakmuran dalam budaya Betawi.
Adapun perwakilan Kepulauan Seribu membawa hidangan laut, seperti ikan bakar sambal beranyut dan udang penko.
Tak hanya makanan, prosesi hantaran juga diakhiri dengan penyerahan mushaf Al-Qur’an Betawi oleh Ketua Bamus, Riano P Ahmad, sebagai simbol nilai spiritual yang tetap dijaga di tengah perkembangan zaman.
Komentar