Seputar Publik / Berita

Ketua Dewan Adat MKB Fauzi Bowo Tegas: Hantaran Lebaran Betawi Bukan Gratifikasi, Ini Maknanya

tradisi yang sarat dengan nilai penghormatan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Betawi.
Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainah membawa hantaran berupa pindang bandeng dalam kegiatan Lebaran Betawi 2026, di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026). Walikota Jakarta Barat, Iin Mutmainah membawa hantaran berupa pindang bandeng dalam kegiatan Lebaran Betawi 2026, di Lapangan Banteng Jakarta Pusat, Sabtu (11/4/2026).

Seputarpublik.com, JAKARTA — Ketua Dewan Adat Majelis Kaum Betawi (MKB), H. Fauzi Bowo, menegaskan bahwa tradisi pemberian hantaran atau seserahan dalam rangkaian Lebaran Betawi 2026 merupakan simbol bakti anak kepada orang tua sekaligus wujud pelestarian budaya khas Betawi.

Menurut Fauzi, tradisi tersebut sarat nilai penghormatan, kebersamaan, dan kekeluargaan yang telah lama hidup di tengah masyarakat Betawi.

“Tradisi hantaran ini merupakan bentuk penghormatan sekaligus bagian dari ibadah sosial yang perlu terus dijaga,” ujar Fauzi saat menghadiri perayaan di Lapangan Banteng, pada Sabtu (11/4/2026).


Ia menambahkan, hantaran menjadi salah satu elemen penting dalam tradisi Betawi yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam dalam mempererat hubungan sosial.

Dalam perayaan tersebut, prosesi hantaran ditampilkan melalui iring-iringan perwakilan dari berbagai wilayah di Jakarta yang membawa rantang berisi aneka makanan khas Betawi untuk diserahkan kepada pimpinan daerah sebagai simbol “orang tua”.

Tulis Komentar

Komentar