Seputar Publik / Berita

KPSTI Gelar Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi, Dorong Digitalisasi hingga Pewarisan ke Generasi Muda

Seminar Nasional di TMII membahas penguatan pendidikan, sumber daya manusia, regulasi, dan industri kreatif agar pencak silat tetap hidup di tengah perkembangan teknologi.
Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), membahas strategi pelestarian, digitalisasi, dan pewarisan pencak silat kepada generasi muda. Seminar Nasional Pencak Silat Tradisi Indonesia di Padepokan Pencak Silat TMII, Jakarta Timur, Minggu (30/8/2026), membahas strategi pelestarian, digitalisasi, dan pewarisan pencak silat kepada generasi muda.

Namun, upaya tersebut masih menghadapi persoalan ketersediaan tenaga pelatih yang mampu mendampingi siswa di sekolah.

Karena itu, penguatan sumber daya manusia, khususnya pelatih pencak silat tradisi, menjadi salah satu agenda yang perlu dilakukan secara bersama-sama.

Syamsul berharap hasil seminar dan diskusi tersebut dapat menjadi masukan dalam menyusun agenda strategis 2026-2027, terutama untuk memperkuat pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan pencak silat tradisi di berbagai daerah.

Digitalisasi tidak boleh menghilangkan tradisi

Sementara itu, Ketua Harian PB IPSI Edhy Prabowo menilai pemanfaatan teknologi digital dapat menjadi salah satu sarana untuk memperluas jangkauan pencak silat, terutama kepada generasi muda.

Menurut Edhy, digitalisasi sebenarnya bukan sesuatu yang baru bagi dunia pencak silat. Sejumlah perguruan telah memanfaatkan teknologi untuk latihan, komunikasi, hingga kegiatan organisasi.

"Digitalisasi bukan hal yang baru buat kita. Setiap perguruan sudah juga menuju ke sana, termasuk latihan gabungan bersama melalui digital," ujar Edhy.

Tulis Komentar

Komentar