«“Allahumma shalli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”»
Artinya, memohon kepada Allah SWT agar melimpahkan rahmat kepada Nabi Muhammad SAW beserta keluarganya.
Shalawat dapat dibaca secara pribadi setelah salat maupun bersama keluarga. Tidak ada jumlah tertentu yang diwajibkan khusus pada hari Maulid, sehingga dapat diamalkan sesuai kemampuan.
2. Membaca Sirah dan Meneladani Akhlak Rasulullah
Momentum Maulid Nabi juga dapat dimanfaatkan untuk mengenal kembali perjalanan hidup Rasulullah SAW melalui sirah nabawiyah atau kajian keislaman.
Dari perjalanan Rasulullah, umat Islam dapat mempelajari berbagai keteladanan, seperti kejujuran, amanah, kesabaran, kasih sayang, dan keadilan.
Keteladanan tersebut tidak hanya dipelajari sebagai sejarah, tetapi dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, baik di keluarga, lingkungan masyarakat, maupun tempat kerja.
Al-Qur’an Surah Al-Ahzab ayat 21 juga menyebut Rasulullah SAW sebagai teladan bagi orang yang mengharapkan rahmat Allah dan hari akhir.
3. Bersedekah dan Berbagi
Komentar