Seputarpublik.com || DHARMASRAYA — Di tengah derasnya perkembangan teknologi digital dan perubahan pola pengasuhan anak, Rumah Baca Marenda mengambil langkah untuk merawat salah satu warisan budaya Minangkabau melalui Lomba Manjujai Anak bertajuk “Dendang Kasih, Warisan Budaya”, Sabtu (26/9/2026).
Kegiatan yang digelar di Auditorium Dara Jingga, Universitas Dharmas Indonesia (UNDHARI), tersebut mendapat dukungan Balai Pelestarian Kebudayaan Sumatera Barat melalui program fasilitasi kebudayaan tahun 2026.
Pendiri sekaligus Ketua Rumah Baca Marenda, Dr. Amar Salahuddin, M.Pd., mengatakan Manjujai tidak sekadar merupakan tradisi untuk menidurkan anak. Di dalamnya terdapat unsur kasih sayang, doa, nasihat, bahasa, nilai agama, serta pendidikan karakter yang diwariskan masyarakat Minangkabau dari generasi ke generasi.
> “Manjujai bukan hanya tentang menidurkan anak, tetapi tentang bagaimana kasih sayang, doa, petuah, bahasa, dan nilai budaya ditanamkan sejak dini. Tradisi ini harus kembali mendapat ruang agar tetap hidup dan diwariskan kepada generasi berikutnya,” ujar Amar.
Komentar