Seputar Publik / Internasional

Mantan Menlu AS Henry Kissinger Meninggal Dunia dalam Usia 100 Tahun

Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger Mantan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Henry Kissinger

Skandal Watergate yang memaksa Nixon mengundurkan diri hampir tidak menyentuh hati Kissinger, yang tak terlibat dalam upaya menutup-nutupi dan terus menjabat menteri luar negeri ketika Ford mulai menjabat presiden pada musim panas 1974.

Namun Ford melengserkannya dari jabatan penasihat keamanan nasional dalam rangka lebih mendengarkan suara kebijakan luar negeri.

Belakangan tahun itu Kissinger pergi bersama Ford ke Vladivostok di Uni Soviet untuk bertemu dengan pemimpin Soviet Leonid Brezhnev dan menyetujui kerangka dasar pakta senjata strategis. Perjanjian tersebut mengakhiri upaya Kissinger dalam meredakan ketegangan AS dan Soviet.

Namun keterampilan diplomasi Kissinger ada batasnya. Pada 1975, dia disalahkan karena gagal membujuk Israel dan Mesir untuk menyetujui penarikan tahap kedua di Sinai.

Dan dalam Perang India-Pakistan 1971, Nixon dan Kissinger dikritik habis-habisan karena condong ke Pakistan. Kissinger terdengar menyebut India sebagai “bajingan” yang kemudian dia sesali.

Seperti Nixon, dia mengkhawatirkan penyebaran ide-ide kiri di belahan bumi Barat. Tindakan-tindakannya menimbulkan kecurigaan mendalam terhadap Washington di mata banyak orang Amerika Latin pada tahun-tahun berikutnya.

Pada 1970 dia bersekongkol dengan CIA mengenai cara terbaik menggoyahkan dan menggulingkan Presiden Chile Salvador Allende yang berhaluan Marxis namun terpilih secara demokratis. Dalam sebuah memo setelah kudeta berdarah Argentina pada 1976 dia pernah berkata bahwa diktator militer harus didukung.

Ketika Ford dikalahkan Jimmy Carter dari Partai Demokrat, pada 1976, hari-hari Kissinger dalam kekuasaan pemerintah berakhir. Presiden berikutnya dari Partai Republik, Ronald Reagan, menjauhkan diri dari Kissinger, karena dianggap tidak sejalan dengan konstituen konservatif.

Setelah meninggalkan pemerintahan, Kissinger mendirikan sebuah perusahaan konsultan di New York, yang menawarkan nasihat kepada elit korporasi dunia. Ia masuk direksi perusahaan itu dan berbagai forum kebijakan luar negeri dan keamanan, menulis buku, dan menjadi komentator masalah internasional.

Setelah serangan 11 September 2001, Presiden George W. Bush memilih Kissinger untuk memimpin komisi investigasi. Namun protes dari Partai Demokrat yang melihat adanya konflik kepentingan dengan banyak klien perusahaan konsultannya memaksa Kissinger mundur dari jabatan itu.

Bercerai dari istri pertamanya, Ann Fleischer, pada 1964, dia menikah lagi dengan Nancy Maginnes, orang dekat Gubernur New York Nelson Rockefeller, pada 1974. Ia dikarunia dua anak dari istri pertamanya.

Tulis Komentar

Komentar