Meski banyak yang memuji Kissinger karena kecerdasan dan pengalamannya yang luas, ada pula yang mencapnya penjahat perang atas dukungannya kepada diktator-diktator anti-komunis, khususnya di Amerika Latin.
Pada tahun-tahun terakhirnya, perjalanannya dibatasi setelah beberapa negara- berusaha menangkap atau menanyainya tentang kebijakan luar negeri AS di masa lalu.
Hadiah Perdamaian 1973 yang diberikan bersama kepada Le Duc Tho dari Vietnam Utara yang menolak anugerah itu, adalah salah satu anugerah paling kontroversial yang pernah ada.
Dua anggota komite Nobel mengundurkan diri gara-gara keterpilihan dia dan muncul pertanyaan seputar bombardemen rahasia AS di Kamboja.
Ford menyebut Kissinger “menteri luar negeri yang super” tetapi juga keras kepala dan percaya diri, yang oleh para kritikus cenderung disebut sebagai paranoia dan egoisme. Bahkan Ford berkata, “Dalam pikirannya, Henry merasa tidak pernah melakukan kesalahan.”
Dengan ekspresi masam dan suaranya yang serak dan memiliki aksen Jerman, Kissinger bukanlah bintang rock, namun disukai para wanita. Pada masa lajangnya, dia mengajak para bintang muda berkeliling Washington dan New York. Menurut dia, kekuasaan adalah perangsang terhebat.
Pandai dalam soal kebijakan, Kissinger pemalu untuk urusan pribadi, meskipun dia pernah mengatakan kepada seorang jurnalis bahwa dia menganggap dirinya koboi pahlawan yang pergi sendirian.
HARVARD
Komentar