“Sehebat apa pun kita di tanah rantau, sesukses apa pun kita di tanah rantau, tetap ada satu hal yang tidak boleh kita lupakan, yaitu adat istiadat dan tradisi di tanah kelahiran kita,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi semangat gotong royong warga dalam mempersiapkan kegiatan tersebut.
Menurut Daeng Jamal, kemeriahan Maulid Nabi tidak hadir begitu saja, tetapi merupakan hasil kerja bersama yang membutuhkan tenaga, pikiran, waktu, dan biaya.
“Saya lihat luar biasa. Mereka berurunan, berpatungan. Bukan soal finansial saja yang mereka korbankan, tetapi juga tenaga, pikiran, dan waktu,” kata Daeng Jamal.
Ceramah Interaktif Ustaz Aris Kurniawan Al-Ghifari
Sebelum memasuki tradisi perebutan telur dan uang, jamaah terlebih dahulu mengikuti tausiah yang disampaikan Ustaz Aris Kurniawan Al-Ghifari.
Dalam ceramahnya, Ustaz Aris mengajak jamaah menjadikan Rasulullah SAW sebagai teladan dalam berbagai sisi kehidupan.
Ia mengingatkan jamaah agar tidak merasa kehidupan Nabi terlalu jauh untuk diteladani. Menurutnya, nilai yang penting diambil adalah akhlak Rasulullah SAW untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Komentar