Seputar Publik / Berita

Membedah Pertempuran Sasak Kapuk, Kisah Heroik Pejuang Bekasi Dipimpin KH. Noer Alie Dalam Mengusir penjajah

Almsghfurloh Pahlawan Nasional.KH. Noet Alie Almsghfurloh Pahlawan Nasional.KH. Noet Alie "Singa Karawang Bekasi"

Gema takbir dan gema bacaan Hizbun Nasr berkumandang bersamaan dengan langkah pasukan Hizbulloh yang dipimpin langsung oleh KH. Noer Alie. Pada awalnya, tentara sekutu terdesak oleh serangan mendadak pasukan Hizbulloh. Namun tidak sampai satu jam, tentara Sekutu yang bersenjata lengkap balik menyerang sehingga pasukan KH. Noer Alie terdesak sampai ke jembatan Sasak Kapuk. Untuk menghindari korban jiwa, KH. Noer Alie memerintahkan seluruh pasukannya untuk mundur. 

Sebagian pasukan mundur, namun puluhan lainnya tetap bertahan di sasak kapuk. Saat itulah, tiba-tiba mortir dan meriam tentara sekutu menyalak membombardir para pejuang kita yang bertahan. Tidak dapat dihindari, akhirnya sekitar 30 pasukan Hizbullah gugur menjadi syuhada di medan laga pertempuran sasak kapuk. 

Sedangkan KH. Noer Alie berhasil meloloskan diri dari terjangan peluru Sekutu dengan cara menceburkan diri ke kali Sasak Kapuk, sambil menyusuri kali sampai ke utara.

Dari kisah pertempuran Jembatan Sasak Kapuk ini, yang menarik untuk diketahui adalah rahasia pasukan Hizbullah pimpinan KH. Noer Alie yang tanpa rasa takut meski dengan persenjataan minim berani menghadapi tentara sekutu yang mempunyai persenjataan berat dan lengkap. Apa rahasianya?

Pasukan Hizbulloh yang dipimpin langsung oleh KH. Noer Alie ini, tak lain adalah santri-santrinya sendiri. Kepada santri-santrinya ini, KH. Noer Alie memerintahkan agar untuk sementara waktu berhenti belajar, diganti dengan berperang mengusir penjajah. Proses belajar mengajar akan dibuka kembali, “kelak bila perang selesai.”

Untuk membekali para santrinya dalam berperang, KH. Noer Alie menggembleng mereka yang berjumlah sekitar 200 orang di Masjid Ujungmalang dengan memerintahkan untuk berpuasa selama tujuh hari di Masjid. Selama berpuasa, mereka disuruh membaca doa Hizbun Nasr sampai hafal.Juga ditambah dengan membaca wirid, Ratibul Haddad, shalat tasbih, shalat hajat, dan shalat witir. 

Jika sudah selesai dan dinyatakan lulus mereka diberi semacam ijazah yang disimbolkan dengan pemberian lempengan kaleng ukuran kecil berlatar belakang bendera merah putih dan bertuliskan kalimat La Ilaha Illa-Allah, Muhammad ar- Rasul- Allah. 

Setiap usai penyematan ijazah, KH. Noer Alie berpesan kepada prajuritnya agar tidak bersikap sombong dan angkuh, terutama pada saat pertempuran. Ajaran, amalan-amalan dan wejangan dari sang ulama Betawi terkemuka “Singa Karawang-Bekasi”. inillah kunci keberanian Laskar Rakyat, para pejuang dan syuhada pertempuran Jembatan Sasak Kapuk.

Ahmad Zarkasi dari berbagai sumber

Tulis Komentar

Komentar