Penduduk Cakung, Jakarta Timur yang mengetahui ada pesawat musuh mendarat daurat segera mengepung pesawat, kemudian menangkap seluruh awak pesawat dan penumpangnya yang berjumlah 26 orang, dengan rincian 4 orang awak pesawat berkebangsaan Inggris dan 22 orang sisanya berkebangsaan India (Sykh).
Setelah ditangkap senjata dan pakaian mereka dilucuti hingga tinggal memakai cawat saja, seluruh tawanan lalu dikirim ke markas TKR Ujung Menteng, selanjutnya dibawa ke markas TKR Batalyon V Bekasi, dan dijebloskan ke dalam sel tangsi polisi Bekasi.
Mengetahui pasukannya ditawan pejuang kita, sore harinya, pasukan berkuda dan tank Sekutu dikirim ke tempat kejadian untuk mencari pasukannya. Namun karena tidak mendapatkan hasil, pada malam harinya, mereka kembali ke Jakarta.
Nah, pada esok harinya, tanggal 24 November 1945, komandan tentara Inggris di Jakarta mengeluarkan maklumat agar seluruh pasukannya yang ditawan TKR tersebut dibebaskan dan dikembalikan ke Jakarta. Tetapi, pemuda Bekasi menolaknya. Bahkan tiga hari kemudian, seluruh tahanan dieksekusi di belakang tangsi polisi Bekasi.
Usai dieksekusi, rencana semula, seluruh mayat tawanan akan dibuang ke kali Bekasi. Tetapi karena kali Bekasi sedang surut lalu mayatnya dikubur di belakang tangsi polisi yang lubang penguburannya telah disiapkan.
Komentar