Seputar Publik / Opini

Memelihara Harapan di Tengah Krisis Pers dan Menurunnya Kepercayaan Publik

Catatan Hendry Ch Bangun tentang tantangan dunia pers, dinamika sosial-politik, serta pentingnya menjaga optimisme dan integritas di tengah perubahan zaman.
Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional dan Pemerhati Dunia Jurnalistik Indonesia. (Foto Dok/SP). Hendry Ch Bangun Tokoh Pers Nasional dan Pemerhati Dunia Jurnalistik Indonesia. (Foto Dok/SP).

Dalam pandangannya, kondisi tersebut menjadi tantangan bersama yang perlu direspons melalui penguatan institusi, peningkatan kualitas tata kelola, serta keterbukaan informasi yang dapat membangun kepercayaan publik.

Meski demikian, Hendry menegaskan bahwa pesimisme tidak boleh menjadi pilihan. Ia mengajak insan pers untuk tetap menjaga profesionalisme, integritas, dan komitmen terhadap kode etik jurnalistik meskipun menghadapi berbagai keterbatasan.

Menurutnya, produk jurnalistik yang akurat, berimbang, dan bertanggung jawab akan tetap memiliki nilai penting di tengah derasnya arus informasi dari media sosial dan platform digital.

Ia juga mengingatkan pentingnya memelihara harapan sebagai bagian dari ketahanan moral dan profesionalisme wartawan. Optimisme, kata Hendry, menjadi energi yang diperlukan agar pers tetap mampu menjalankan fungsi pengawasan, menyuarakan kepentingan publik, serta menjaga kualitas demokrasi.

Mengakhiri tulisannya, Hendry mengutip pesan yang menggambarkan pentingnya optimisme dalam menghadapi berbagai tantangan kehidupan: "Tanamlah pohon meski besok akan kiamat." Pesan tersebut menjadi simbol bahwa harapan dan ikhtiar harus tetap dijaga dalam kondisi apa pun.

Wallahu a'lam bishawab.

(Opini/Artikel Kolom – Tanggung jawab isi sepenuhnya berada pada penulis)

Penulis: Hendry Ch Bangun

Tokoh Pers Nasional dan Pemerhati Dunia Jurnalistik Indonesia

Tulis Komentar

Komentar