Beranda
Seputar Publik / Berita

Mendagri Sebut IPDN Jadi Pilar Profesionalisme ASN dan Ketahanan Negara

Muhammad Tito Karnavian menegaskan IPDN berperan strategis mencetak ASN profesional, disiplin, dan siap memperkuat tata kelola pemerintahan menuju Indonesia Emas 2045.
Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan IPDN menjadi pilar penting dalam mencetak ASN profesional, disiplin, dan berdaya saing global demi memperkuat ketahanan negara dan tata kelola pemerintahan Indonesia. Mendagri Muhammad Tito Karnavian menegaskan IPDN menjadi pilar penting dalam mencetak ASN profesional, disiplin, dan berdaya saing global demi memperkuat ketahanan negara dan tata kelola pemerintahan Indonesia.

Seputarpublik.com || JATINANGOR – Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat profesionalisme aparatur sipil negara (ASN) sekaligus menjaga ketahanan negara melalui tata kelola pemerintahan yang baik. Hal itu ditegaskan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian saat memberikan Stadium General di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (29/5/2026).

Mendagri menjelaskan, keberadaan aparatur pemerintahan yang profesional menjadi salah satu unsur penting dalam menjaga keberlangsungan sebuah negara. Berdasarkan berbagai literatur, menurutnya negara atau kerajaan yang mampu bertahan lebih dari 200 tahun umumnya ditopang oleh tiga unsur utama, yakni kekuatan militer, aparatur keamanan dan intelijen, serta aparatur sipil pemerintahan yang profesional.

“Di dalam empire atau negara yang bertahan di atas 200 tahun selalu ditemukan tiga unsur yang selalu ada, yaitu tentara yang kuat, aparatur kepolisian dan intelijen yang kuat, serta adanya aparatur sipil pemerintahan yang profesional yang dapat menjalankan administrasi negara secara efektif dan efisien,” ujar Mendagri.

Ia menyebut, dari sekitar 4,7 juta ASN di Indonesia, lulusan IPDN menjadi salah satu kekuatan inti birokrasi pemerintahan, khususnya di daerah. Pola pendidikan IPDN dinilai tidak hanya menitikberatkan pada aspek akademik ilmu pemerintahan, tetapi juga pembentukan fisik, mental, disiplin, dan loyalitas.

Karena itu, lulusan IPDN banyak diminati pemerintah daerah untuk memperkuat tata kelola pemerintahan di wilayah masing-masing.

“Dan itu yang membuat para kepala daerah suka dengan mereka. Lulusan-lulusan IPDN banyak yang diminta. Karena selain kemampuan ilmu pemerintahan, mereka juga dididik memiliki fisik yang baik, loyalitas, disiplin, dan siap melaksanakan tugas,” katanya.

Selain pendidikan formal, Mendagri mengatakan IPDN terus dikembangkan sebagai pusat pelatihan dan pengembangan kapasitas ASN nasional. Berbagai pelatihan vokasional juga diselenggarakan bagi pemerintah daerah, kepala desa, hingga anggota DPRD.

Di sisi lain, Kemendagri bersama Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) turut memperkuat kapasitas lulusan IPDN melalui program beasiswa luar negeri. Program tersebut didukung dengan penguatan kurikulum bahasa Inggris dan pelatihan persiapan tes internasional seperti IELTS dan TOEFL.

“Sampai saat ini sudah 52 lulusan IPDN yang fresh graduate berangkat ke luar negeri, di antaranya ke Australia, Inggris, dan Amerika. Ini persiapan lagi lebih kurang 100 untuk ikut tes LPDP. Kita harapkan nanti setelah kembali mereka bisa menjadi agen perubahan untuk ASN yang lain,” tandasnya.

Kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan penganugerahan Kartika Astha Brata Utama dan Alumni Kehormatan Pendidikan Tinggi Kepamongprajaan kepada Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago. Dalam kesempatan yang sama, Djamari turut memberikan kuliah umum kepada para praja dan civitas academica IPDN.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IPDN Halilul Khairi, pejabat di lingkungan Kemendagri, pejabat lingkup Kementerian Koordinator Politik dan Keamanan, para praja IPDN, serta tamu undangan lainnya.(Red)*

(Puspen Kemendagri)