Rapat yang berlangsung hampir empat jam tersebut membahas sejumlah indikator pemulihan yang dinilai masih memerlukan percepatan, khususnya di tiga provinsi terdampak di Sumatra. Indikator tersebut meliputi tata kelola pemerintahan, layanan publik, akses darat, serta pemulihan ekonomi dan sosial di daerah dengan tingkat kerusakan paling parah.
Tito menekankan bahwa semangat gotong royong menjadi kunci utama keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Ia optimistis sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, serta organisasi nonpemerintah mampu mempercepat pemulihan di wilayah terdampak.
Dalam kesempatan itu, Tito juga menyampaikan apresiasi kepada berbagai lembaga nonpemerintah yang aktif membantu masyarakat, terutama di wilayah pegunungan Aceh. Sejumlah organisasi yang disebut antara lain Dompet Dhuafa, Palang Merah Indonesia, Dewan Masjid Indonesia, Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia.
> “Banyak sekali saya temui di gunung-gunung, di Bener Meriah, Aceh Tamiang. Mereka bekerja tanpa banyak pemberitaan, tetapi sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” kata Tito.
Komentar