Ia juga menyampaikan pawai PNBK yang dinilai sangat kental dengan nuansa multietnik. Berbagai barisan tampil menggunakan pakaian adat dari sejumlah daerah di Indonesia, menggambarkan keberagaman budaya yang hidup dan tumbuh di Kota Bekasi.
Selain pawai budaya, Dedi juga mengapresiasi rangkaian kegiatan lainnya, termasuk kirab bendera serta aksi penggalangan dana untuk membantu masyarakat yang terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Dedi Mulyadi turut menyampaikan ucapan terima kasih atas kolaborasi seluruh pihak, khususnya jajaran Pemerintah Kota Bekasi dan para pegawai yang telah mengambil bagian dalam menyukseskan PNBK Jilid III.
Bagi Tri Adhianto, apresiasi tersebut menjadi motivasi sekaligus kehormatan bagi seluruh jajaran Pemerintah Kota Bekasi untuk terus menjaga dan merawat kebudayaan Indonesia.
“Seluruh kerja sama yang dilakukan saat pelaksanaan PNBK ini menjadi sebuah kehormatan bagi kita dalam mempertahankan budaya Indonesia. Termasuk doa bersama yang dilakukan dengan melibatkan semua agama untuk mendoakan kota dan kabupaten yang tertimpa bencana di negeri tercinta ini,” kata Tri.
Tri menegaskan, PNBK Jilid III tidak hanya menghadirkan kegembiraan dan semangat kebudayaan, tetapi juga menjadi momentum untuk menumbuhkan kepedulian sosial.
Menurutnya, semangat kebersamaan masyarakat Kota Bekasi terlihat melalui penggalangan dana bagi korban bencana di NTT yang dilakukan bersamaan dengan kegiatan PNBK.
Komentar