Tak hanya dosen dan mahasiswa, tokoh agama, pecinta sejarah, masyarakat maupun kaum birokrat juga mempunyai harapan yang sama. Lokasi bersejarah ini hendaknya harus dipugar kembali agar lebih bergaung menjadi tempat bersejarah yang diakui dunia.
Jika Ada Kemauan Pasti Ada Jalan
Ibarat kata pepatah, dimana ada kemauan pasti ada jalan, terkecuali jika semua kita telah menutup hati dan tak lagi mau berfikir tentang hal sesuatu yang besar. Bahkan, untuk kemuliaan sekalipun.
Terlepas dengan kegagalan di masa lalu, mestinya setelah 40 tahun lamanya saat wacana pembangunan kembali cagar budaya dan jejak penyebaran Islam ini di gemakan di Rantau Kuala Simpang, oleh Ali Hasjmy dan kawan-kawan, mestinya estafet semangat untuk menjadikan kawasan ini lebih berkembang mestinya tak boleh pudar.
Pemerintah maupun yang punya kapasitas seharusnya tak boleh diam. Berbagai cara masih bisa dilakukan, seperti membangun komunikasi dengan pemerintah pusat, menggelar seminar internasional yang bertemakan pembangunan monumen nasional Islam Asia Tenggara.
Bisa jadi dari keseriusan itu, bukan tidak mungkin akan mengundang kepekaan pemerintah pusat yang lebih serius, bahkan peluang funding dari pemerintah pusat, lembaga luar negeri, bahkan OKI (lembaga kerjasama negara Islam) sekalipun juga masih mungkin akan berkiblat untuk menggenjot pembangunan MONISA.
Komentar