Seputar Publik / Berita

PalmCo Gandeng IPB Training, 211 Petani Sawit Jambi Ditingkatkan Kompetensinya

Pelatihan di Kebun dan PKS Tanjung Lebar membekali pekebun dari empat kabupaten dengan keterampilan pemeliharaan tanaman, teknik panen, dan pascapanen untuk mendukung produktivitas serta mutu hasil sawit rakyat.
PTPN IV PalmCo Regional IV bekerja sama dengan IPB Training memberikan pelatihan teknis kepada 211 petani sawit dari empat kabupaten di Jambi untuk memperkuat kompetensi budi daya, panen, dan pascapanen. PTPN IV PalmCo Regional IV bekerja sama dengan IPB Training memberikan pelatihan teknis kepada 211 petani sawit dari empat kabupaten di Jambi untuk memperkuat kompetensi budi daya, panen, dan pascapanen.

“Pemberdayaan petani swadaya harus dilakukan secara berkelanjutan melalui peningkatan kapasitas dan kolaborasi. Dengan pengetahuan dan keterampilan yang semakin baik, petani diharapkan mampu mengelola kebunnya secara lebih produktif, meningkatkan kualitas hasil panen, serta memperkuat daya saing dalam rantai nilai industri kelapa sawit,” ujar Arya.

Jatmiko menambahkan, keterlibatan PTPN IV PalmCo bersama petani sawit rakyat merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk tumbuh bersama masyarakat.

Melalui Regional IV Jambi–Sumbar, perusahaan mendorong sinergi antara pelaku industri, institusi pendidikan, dan pekebun agar peningkatan kapasitas memberikan manfaat bagi pengembangan perkebunan rakyat dan perekonomian daerah.

Tingkatkan Mutu Panen dan Daya Saing Sawit

Selain memperoleh materi pengelolaan tanaman, peserta diperkenalkan pada proses pengolahan tandan buah segar (TBS) menjadi minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di PKS Tanjung Lebar.

Pengenalan proses pengolahan tersebut memperluas pemahaman petani mengenai hubungan antara praktik panen di kebun, kualitas bahan baku, dan kebutuhan industri pengolahan kelapa sawit.

Ketepatan menentukan tingkat kematangan buah, menjaga kualitas TBS, serta mengatur waktu pengangkutan menuju pabrik merupakan sejumlah aspek penting dalam menjaga mutu hasil panen.

Dengan memahami standar pengolahan di pabrik, pekebun diharapkan dapat memperbaiki praktik panen dan pascapanen sehingga kualitas bahan baku lebih terjaga dan potensi kehilangan nilai ekonomi dapat diminimalkan.

Peningkatan kompetensi ini juga menjadi bekal bagi pekebun untuk mengembangkan praktik pengelolaan perkebunan yang lebih baik dan berkelanjutan. Pengetahuan mengenai budi daya, panen, dan pascapanen dapat membantu petani mempersiapkan diri memenuhi standar pengelolaan perkebunan, termasuk persyaratan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebagai bagian dari Subholding PTPN III (Persero), PTPN IV PalmCo terus mendorong penguatan industri kelapa sawit melalui peningkatan produktivitas, pengembangan kemitraan, dan pemberdayaan masyarakat.(Redaksi.)

Seputarpublik.com — Tepat dan Berimbang

Tulis Komentar

Komentar