Keberadaan jembatan tersebut kian mendesak untuk segera diperbaiki mengingat kondisi struktur yang mulai menurun. Banjir besar yang melanda kawasan Sosa pada 2018 dan 2023 telah merusak sejumlah infrastruktur vital, termasuk akses utama menuju Desa Lubuk Bunut. Selain itu, insiden truk pengangkut tandan buah segar (TBS) yang terbalik akibat permukaan jembatan yang miring pada Agustus 2025 menjadi peringatan keras
Untuk itu PalmCo mengalokasikan dana TJSL guna perbaikan jembatan yang membutuhkan pembiayaan signifikan itu. Pada 2024, sebagai bagian dari upaya berkelanjutan, Regional II telah menyelesaikan pembangunan bronjong pengaman tebing untuk melindungi pondasi jembatan dari ancaman erosi sungai. Inisiatif ini menunjukkan komitmen perusahaan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif menjaga keberlanjutan infrastruktur publik.
Peningkatan akses transportasi diharapkan memperlancar arus logistik perusahaan sekaligus memperkuat mobilitas masyarakat.
“Dengan infrastruktur yang kokoh, warga dapat lebih mudah mengantar hasil panen, anak-anak sekolah, hingga menjangkau fasilitas kesehatan. Ini adalah manfaat berkelanjutan yang kami harapkan dapat dinikmati sampai generasi mendatang,” ujar Jatmiko.
Langkah PalmCo memperbaiki Jembatan Sungai Sosa menjadi wujud nyata implementasi nilai AKHLAK BUMN dan strategi keberlanjutan perusahaan yang menyeimbangkan kepentingan bisnis dan pembangunan sosial.
“Keberhasilan bisnis tidak dapat dipisahkan dari dukungan komunitas sekitar. Melalui program TJSL yang terarah dan berkelanjutan, kami berharap sinergi antara perusahaan dan masyarakat semakin kuat dan infrastruktur yang dibangun memberikan nilai tambah jangka panjang,” tutupnya.
Jembatan Sungai Sosa bukan hanya penghubung antar desa, melainkan juga jantung aktivitas sosial-ekonomi di Palas. Perbaikan ini bukan sekadar investasi perusahaan, melainkan komitmen nyata untuk masa depan yang lebih kokoh bagi masyarakat dan bisnis.
(AND)
Komentar