Seputarpublik.com, JAKARTA — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui subholding PTPN IV PalmCo menegaskan perannya dalam penyerapan tenaga kerja nasional, seiring momentum Hari Buruh Internasional. Perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan kelapa sawit ini telah memberdayakan lebih dari 70.000 tenaga kerja di berbagai wilayah operasional Indonesia.
Direktur Utama PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menyatakan bahwa capaian tersebut merupakan hasil transformasi dan integrasi sejumlah entitas perkebunan negara di bawah PalmCo.
“PalmCo hadir tidak hanya sebagai entitas bisnis, tetapi juga sebagai wadah bagi puluhan ribu anak bangsa untuk tumbuh dan berkarya,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
PalmCo terbentuk melalui integrasi sejumlah PTPN, yakni merger PTPN V, VI, dan XIII ke dalam PTPN IV, serta pemisahan (spin-off) dari PTPN III (Persero). Saat ini, perusahaan mengelola area tanam sekitar 648.000 hektare dengan dukungan 71 pabrik kelapa sawit yang tersebar dari Sumatera hingga Sulawesi.
Dengan skala operasional tersebut, PalmCo memiliki peran strategis dalam membuka akses pekerjaan, tidak hanya di sektor sawit, tetapi juga pada komoditas lain seperti karet, kopi, dan teh. Perusahaan juga memperkuat kemitraan dengan petani melalui skema yang inklusif.
Jatmiko menambahkan, peluang penyerapan tenaga kerja akan terus berkembang seiring ekspansi bisnis, khususnya di sektor hilirisasi dan energi terbarukan.
“Proyek-proyek masa depan kami, terutama di sektor energi hijau, akan membuka peluang kerja baru yang signifikan,” katanya.
Sejumlah proyek hilirisasi yang tengah dikembangkan mencakup produk turunan sawit seperti oleofood dan oleochemical, termasuk margarin, cocoa butter equivalent (CBE), cocoa butter substitute (CBS), serta biodiesel terintegrasi.
Menurut Jatmiko, langkah tersebut merupakan bagian dari transformasi perusahaan menuju model ekonomi sirkular yang menekankan efisiensi sumber daya serta pemanfaatan limbah menjadi produk bernilai tambah (waste-to-value).
“Transformasi ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi, tetapi juga menciptakan jenis pekerjaan baru yang berbasis teknologi dan keberlanjutan,” ujarnya.
Salah satu proyek strategis yang tengah dikembangkan berada di Kawasan Ekonomi Khusus Sei Mangkei. Kawasan ini diproyeksikan mampu menyerap sekitar 1.400 tenaga kerja pada tahap konstruksi serta ratusan tenaga kerja saat operasional.
Selain membuka lapangan kerja, proyek tersebut juga berkontribusi terhadap peningkatan kualitas SDM melalui pelatihan teknis dan transfer pengetahuan di sektor industri turunan sawit.
Lebih lanjut, Jatmiko menilai langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi melalui biodiesel sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional. Momentum Hari Buruh juga menjadi refleksi bagi perusahaan untuk terus meningkatkan kesejahteraan pekerja.
“Kami ingin memastikan setiap perkembangan bisnis diikuti dengan peningkatan kesejahteraan karyawan serta terbukanya peluang kerja baru di berbagai lini,” tutupnya.(Adv)*