“Di beberapa titik, tim harus mencari jalur alternatif karena akses utama terputus. Prinsipnya, bantuan harus sampai,” kata Jatmiko. Ia menambahkan, langkah tersebut mencerminkan empati sekaligus komitmen perusahaan sebagai bagian dari masyarakat di daerah-daerah sekitar kebun dan pabrik mereka.
PalmCo juga mengerahkan personel dari Regional terdekat, yakni Regional 1, 2 dan 6 untuk melakukan pemetaan kebutuhan harian warga, terutama di wilayah yang akses logistiknya terganggu. Seluruh unit, kata Jatmiko, diminta bekerja cepat sembari memastikan keselamatan tim di lapangan.
Komunikasi Darurat untuk Warga
Selain bantuan logistik, PalmCo membuka akses komunikasi darurat berbasis internet satelit di Kantor PTPN IV Regional VI Langsa. Fasilitas tersebut menjadi tumpuan warga saat jaringan telekomunikasi benar-benar lumpuh.
“Komunikasi adalah kebutuhan vital di hari-hari awal bencana. Karena itu kami menyiapkan akses internet darurat agar masyarakat bisa memberi kabar kepada keluarga,” kata Jatmiko.
Fasilitas tersebut sempat dipadati warga Langsa dan sekitarnya. Banyak yang datang hanya untuk mengirim pesan singkat kepada keluarga di luar daerah.
Mardiana, warga Desa Pondok Pabrik, Langsa, Aceh mengaku lega setelah berhari-hari tak dapat menghubungi keluarganya. “Yang paling membuat kami cemas itu bukan airnya, tapi tak bisa menghubungi siapa pun. Begitu bisa telepon anak saya di Medan, rasanya lega sekali,” ujarnya.
Komentar