Pangdam menekankan bahwa kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan pelayanan kesehatan, tetapi juga untuk mempererat hubungan TNI dengan masyarakat. “Kehadiran kami di sini tidak hanya sebagai pelindung bangsa, tetapi juga sebagai pelayan masyarakat, yang senantiasa hadir untuk menjawab kebutuhan mendesak seperti kesehatan,” ungkapnya. Ia menambahkan, acara ini menjadi momentum penting dalam memperkuat solidaritas antara TNI dan rakyat, terutama dalam menghadapi tantangan di masa depan.
Di sela-sela pelaksanaan kegiatan, Mayor Jenderal TNI Muhammad Zamroni turut menyampaikan bahwa kehadirannya di NTB juga dalam rangka menyambut kunjungan kerja Presiden Republik Indonesia ke Kabupaten Sumbawa. Meski terlibat dalam persiapan kunjungan tersebut, Pangdam memastikan bahwa komitmen TNI untuk melayani masyarakat, terutama di bidang kesehatan, tetap menjadi prioritas utama.
Pangdam IX/Udayana juga mengungkapkan bahwa kegiatan bakti sosial kesehatan ini akan berlangsung hingga 25 Oktober 2024, dengan cakupan pelayanan yang lebih luas. “Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat yang signifikan bagi masyarakat, serta menjadi bukti bahwa TNI hadir tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga untuk berkontribusi dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” tuturnya.
Sementara itu, Kadiskes Provinsi NTB yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menjelaskan bahwa tingginya angka penderita katarak di NTB sebagian besar disebabkan oleh paparan sinar ultraviolet. Hal ini berkaitan erat dengan profesi mayoritas masyarakat NTB yang bekerja di sektor pertanian dan perikanan, yang banyak menghabiskan waktu di bawah sinar matahari. Ia menambahkan, “Kami berharap melalui program ini, jumlah penderita katarak di NTB dapat berkurang secara signifikan, dan masyarakat mendapatkan akses perawatan medis yang lebih baik.”
Selain pelaksanaan bakti sosial, Mayor Jenderal TNI Muhammad Zamroni juga berkesempatan untuk memberikan santunan kepada para anggota Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) yang berada di wilayah Lombok, sebagai bentuk penghargaan atas jasa-jasa mereka dalam perjuangan membela tanah air. (Yyt)
Komentar