Seputar Publik / Olahraga

PB PSTI Gelar Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di UNJ, Didukung Penuh ASTAF untuk Cetak Wasit Berstandar Internasional

Sebanyak 56 peserta dari 27 provinsi mengikuti pelatihan wasit sepak takraw yang diselenggarakan PB PSTI di Universitas Negeri Jakarta. Program ini mendapat dukungan penuh dari Federasi Sepak Takraw Asia Tenggara (ASTAF) sebagai upaya meningkatkan kompetensi, standarisasi, dan regenerasi wasit Indonesia.
Ketua Umum PB PSTI bersama Presiden ASTAF dan para peserta membuka Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai langkah memperkuat kualitas dan regenerasi wasit Indonesia menuju standar internasional. Ketua Umum PB PSTI bersama Presiden ASTAF dan para peserta membuka Pelatihan Wasit Sepak Takraw Nasional di Universitas Negeri Jakarta (UNJ), sebagai langkah memperkuat kualitas dan regenerasi wasit Indonesia menuju standar internasional.

Ia menambahkan, melihat tingginya minat peserta, PB PSTI membuka peluang menjadikan pelatihan wasit sebagai agenda rutin setiap tahun.

> "Kami berharap para peserta nantinya tidak hanya mampu memimpin pertandingan di tingkat nasional, tetapi juga memperoleh kesempatan bertugas pada berbagai kejuaraan internasional," tambahnya.

Dukungan terhadap program peningkatan kapasitas wasit tersebut juga datang dari Presiden Federasi Sepak Takraw Asia Tenggara (ASTAF), Datuk Abdul Halim Kader BBM.

Menurutnya, pelaksanaan pelatihan merupakan tindak lanjut konkret dari hasil pertemuan antara PB PSTI dan ASTAF yang berlangsung sekitar tiga bulan sebelumnya.

> "Pelatihan khusus selama lima hari di Jakarta ini merupakan hasil dari pertemuan antara PB PSTI dengan ASTAF. Ini menunjukkan kepemimpinan PB PSTI yang mampu merealisasikan program secara nyata sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengembangkan sepak takraw," kata Datuk Abdul Halim Kader.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan PB PSTI dalam memberikan kesempatan kepada perwakilan dari berbagai provinsi untuk mengikuti pelatihan tersebut.

Menurutnya, peserta yang mengikuti program ini diharapkan telah siap bertugas sebagai wasit pada berbagai kompetisi mulai November 2026.

> "Yang paling penting adalah setiap wasit memiliki tanggung jawab, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan permainan," ujarnya.

Tulis Komentar

Komentar