Program yang ditawarkan meliputi pembelajaran membaca Al-Qur'an, bahasa Arab, bahasa Arab Qurani, Pelatihan Guru Al-Qur'an, Pelatihan Guru Bahasa Arab, Program Tahsinut Tilawah, Program Studi Naskah Ulumul Qur'an, Kajian Al-Qur'an, serta Halaqah Guru Binaan dan Kader Instruktur Al-Qur'an.
Ia juga memaparkan inovasi terbaru LBIQ, seperti penerbitan buku 42 Tahun LBIQ Oase Jakarta untuk Indonesia, pembuatan Al-Qur’an dalam Bahasa Betawi, serta program kunjungan edukasi berbasis budaya lokal untuk memperkuat identitas Betawi sekaligus pemahaman Al-Qur’an di masyarakat.
“Peserta kami berasal dari berbagai kalangan dan daerah, tidak hanya Jabodetabek, tapi juga dari luar kota. LBIQ hadir bukan sekadar mengajar, tetapi menjadi wadah silaturahmi bagi perangkat daerah, pembina, tim ahli, dosen, dan pengurus,” tuturnya.
Sekda Marullah menutup sambutannya dengan ajakan untuk memperkuat sinergi antara pemerintah dan lembaga keagamaan agar LBIQ semakin menonjol di tengah masyarakat. “Sinergi ini akan menciptakan harmoni di tengah masyarakat sekaligus memperkuat posisi Jakarta sebagai kota global yang menjunjung nilai-nilai religius,” pungkasnya.
(hel)
Komentar