Bencana tersebut juga menyebabkan kerusakan sekitar 14 kilometer badan jalan, empat ruas sungai, 11 titik jaringan irigasi, 292 fasilitas UMKM, satu koperasi, serta empat sistem penyediaan air minum.
Sebagai bagian dari penanganan permanen, proyek pengendalian banjir dan normalisasi Batang Gawan dan Batang Lembang dengan nilai sekitar Rp170 miliar telah memasuki tahapan tender tahun jamak.
115 Hektare Sawah Jadi Perhatian
Pemulihan 115 hektare sawah terdampak menjadi agenda mendesak lainnya. Kerusakan tanggul, sedimentasi, sampah, dan keterbatasan akses alat berat dilaporkan mengganggu pasokan air ke lahan pertanian.
Untuk mengantisipasi dampak terhadap produksi pertanian, Satgas PRR bersama Pemkot Solok mengoordinasikan pompanisasi darurat.
Dukungan berupa bibit cadangan dan pompa berskala besar juga akan dikonsolidasikan bersama Kementerian Pertanian sebagai langkah untuk membantu mencegah risiko gagal panen.
Satgas PRR memastikan pendampingan terhadap pemerintah daerah akan terus dilakukan, termasuk mengawal koordinasi dengan Kementerian PKP, Kementerian Pekerjaan Umum, dan Kementerian Pertanian.
Percepatan tersebut diharapkan membuat anggaran pemulihan yang telah tersedia dapat segera diwujudkan menjadi pembangunan yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat terdampak di Kabupaten Solok dan Kota Solok.(Red)*
Komentar