Seputar Publik / Berita

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan 115 Hektare Sawah Jadi Prioritas

Satgas PRR mendorong percepatan proyek infrastruktur, pembangunan hunian tetap bagi 259 keluarga, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak.
Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, hunian tetap, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak. Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, hunian tetap, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak.

Sebanyak 259 keluarga di Kabupaten Solok disebut membutuhkan hunian tetap karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Namun, kuota awal pembangunan hunian tetap saat ini baru mencakup 60 unit.

Satgas mendorong Pemkab Solok segera mengajukan tambahan kuota sebanyak 199 unit kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).

Pemerintah daerah juga didorong mempercepat legalitas pemanfaatan 50 unit Rusun Nelayan di Nagari Muaro Pingai untuk masyarakat terdampak.

Sungai dan Akses Pertanian Diperkuat

Penanganan sedimentasi serta material kayu sisa galodo di Sungai Sawah, Nagari Junjung Sirih, juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aliran air dan lahan pertanian warga.

Satgas PRR akan mengoordinasikan dukungan alat berat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara pemerintah daerah melanjutkan pembersihan sungai, normalisasi darurat, dan pembangunan jembatan transisi di Nagari Muaro Pingai.

Kota Solok Perkuat Pengendalian Banjir

Di Kota Solok, banjir bandang dan longsor pada November 2025 berdampak terhadap 2.978 keluarga atau 9.375 jiwa di sembilan kelurahan.

Tulis Komentar

Komentar