Sebanyak 259 keluarga di Kabupaten Solok disebut membutuhkan hunian tetap karena rumah mereka mengalami kerusakan berat. Namun, kuota awal pembangunan hunian tetap saat ini baru mencakup 60 unit.
Satgas mendorong Pemkab Solok segera mengajukan tambahan kuota sebanyak 199 unit kepada Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP).
Pemerintah daerah juga didorong mempercepat legalitas pemanfaatan 50 unit Rusun Nelayan di Nagari Muaro Pingai untuk masyarakat terdampak.
Sungai dan Akses Pertanian Diperkuat
Penanganan sedimentasi serta material kayu sisa galodo di Sungai Sawah, Nagari Junjung Sirih, juga menjadi perhatian karena berpotensi mengganggu aliran air dan lahan pertanian warga.
Satgas PRR akan mengoordinasikan dukungan alat berat dengan Kementerian Pekerjaan Umum. Sementara pemerintah daerah melanjutkan pembersihan sungai, normalisasi darurat, dan pembangunan jembatan transisi di Nagari Muaro Pingai.
Kota Solok Perkuat Pengendalian Banjir
Di Kota Solok, banjir bandang dan longsor pada November 2025 berdampak terhadap 2.978 keluarga atau 9.375 jiwa di sembilan kelurahan.
Komentar