Seputar Publik / Berita

Pemulihan Pascabencana Solok Raya Dikebut, Infrastruktur dan 115 Hektare Sawah Jadi Prioritas

Satgas PRR mendorong percepatan proyek infrastruktur, pembangunan hunian tetap bagi 259 keluarga, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak.
Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, hunian tetap, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak. Satgas PRR Pascabencana Sumatera mempercepat pemulihan Kabupaten Solok dan Kota Solok dengan memprioritaskan pembangunan infrastruktur, hunian tetap, pengendalian banjir, serta pemulihan lahan pertanian terdampak.

Berdasarkan hasil monitoring, realisasi sektor kesehatan telah mencapai 91 persen dari alokasi lebih dari Rp6 miliar. Sektor ekonomi terealisasi sekitar 57 persen dari alokasi Rp45 miliar.

Sementara itu, realisasi bidang pendidikan baru sekitar 6–7 persen dari alokasi lebih dari Rp3 miliar. Bidang infrastruktur juga masih sekitar 6,7 persen dari alokasi lebih dari Rp88 miliar.

Satgas PRR menyebut salah satu kendala pelaksanaan proyek infrastruktur adalah proses penyesuaian harga satuan dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB) yang belum selesai. Kondisi tersebut berdampak pada proses pengadaan dan pelaksanaan pekerjaan fisik.

Kepala Posko Nasional Satgas PRR meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan dokumen tersebut agar proyek dapat masuk ke tahapan pengadaan elektronik.

“Penyesuaian harga satuan dan RAB harus segera dituntaskan. Sisa waktu tahun anggaran perlu dimanfaatkan secara disiplin karena anggaran infrastruktur ini berkaitan langsung dengan pemulihan konektivitas dan pelayanan masyarakat,” kata Wahyu.

259 Keluarga Membutuhkan Hunian Tetap

Selain infrastruktur, kebutuhan tempat tinggal bagi masyarakat terdampak juga menjadi perhatian.

Tulis Komentar

Komentar