Seputar Publik / Berita

Penasehat PB XIV Ingatkan Menbud Fadli Zon Tak Salah Langkah Soal Keraton Surakarta

Penasehat SISKS Pakoe Boewono XIV, KPH. Dr. H. Andi Budi, SH., M.ikom, (15/12/2025) Penasehat SISKS Pakoe Boewono XIV, KPH. Dr. H. Andi Budi, SH., M.ikom, (15/12/2025)

  BACA JUGA: Sinuwun PB XIV dan Akademisi UGM Saksikan Lakon “Mustikaning Majapahit” di Gelar Budaya Kagama

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa kesakralan dinasti dan trah Keraton Surakarta harus dijaga dengan memberikan kewenangan penuh kepada garis keturunan langsung.

“Yang menjaga dan menentukan biarlah trah itu sendiri. Seperti halnya warisan, pasti diberikan kepada anak-anak sendiri, bukan kepada adik-adik. Ini prinsip yang tidak bisa diabaikan,” katanya.

KPH Andi juga mengingatkan bahwa setiap kebijakan dan langkah yang diambil akan meninggalkan jejak digital dan catatan sejarah, sehingga perlu dipertimbangkan dengan nalar yang jernih dan kebijakan yang arif.

Dalam arahannya, ia secara khusus menyarankan agar Menteri Kebudayaan mengundang secara khusus dan terbatas hanya putra-putri PB XIII jika ingin mendengar dan menyerap aspirasi terkait Keraton Surakarta.

Ia merinci bahwa putra-putri PB XIII terdiri dari:

- Dari istri pertama: tiga putri

- Dari istri kedua: satu putra (Gusti Hangabei) dan satu putri

- Dari istri ketiga: satu putra (Gusti Purboyo)

“Tidak perlu ada paman, bulek, atau putra-putri PB XII. Serap dan pahami dengan nalar serta penuh kebijakan,” tandasnya.

Menutup arahannya, KPH Andi menegaskan bahwa semua pihak, termasuk dirinya, tetap menaruh hormat dan kasih kepada Menteri Kebudayaan Fadli Zon yang juga menjabat Ketua Umum SNKI.

“Kita semua sayang kepada Pak Menbud, juga Mas Sekjen SNKI, sebagai orang-orang dekat beliau. Justru karena itu kami mengingatkan agar langkah yang diambil benar-benar tepat dan tidak menyalahi tatanan adat Keraton Surakarta,” pungkasnya.[red]

Tulis Komentar

Komentar