“Nantinya mereka akan disaring sebanyak 200 orang. Mereka akan disebar di masjid dan mushalah yang ada di lima wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu untuk menjadi imam shalat taraweh pada bulan Ramadhan nanti,” tambah H. Supli, salah seorang anggota tim penguji yang juga dosen di PTIQ menambahkan, bahwa para calon imam tarawih yang terpilih pada Sabtu mendatang (18/3/2023) akan mendapat pembekalan lebih lanjut dari LBIQ. Mereka juga akan mendapat seragam khusus.
“Selanjutnya setiap imam nantinya akan memimpin shalat tarawih di masjid/musholah sebanyak 6 kali, sehingga secara keseluruhan sebanyak 1.200 kali shalat tarawih yang dipimpin oleh imam dari LBIQ ini,” ujar Ali Imran.
Dirinya juga menambahkan, bahwa nantinya para imam sholat tarawih ini akan mengikuti keinginan masyarakat di wilayah tersebut.
“Misalnya di wilayah itu menggunakan 21 rakaat kita ikuti, begitu juga dengan yang 11 rakaat kita ikuti, bahkan kecepatan dalam membaca ayat Al Quran nya kita akan sesuaikan dengan keinginan masyarakat,” pungkasnya.
Pelepasan Duta Imam tarawih ini rencananya akan dilakuka oleh Pj Gubernur DKIJakarta, Heru Budi Hartono, Senin pekan depan (20/3/2023).
Diharapkan melalui program Duta Imam Sholat Tarawih 1444 H ini kualitas Ramadhan, khususnya di wilayah DKI Jakarta, mengalami peningkatan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak masjid/musholah yang merasakan manfaat adanya imam shalat tarawih dan mereka meminta dikirimkan kembali pada bulan Ramadhan setiap tahunnya.
Bagi para pengurus masjid atau musholah yang berminat ingin memakai Duta Imam Sholat Tarawih silahkan menghubungi kantor LBIQ, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (hel)
Komentar