Seputarpublik, Jakarta – Memasuki bulan suci Ramadan 1444 H sebagai umat muslim tentunya kita ingin memperbanyak ibadah di bulan yang penuh berkah ini, salah satunya adalah sholat tarawih.
Di Jakarta, terdapat sosok yang patut kita contoh sebagai panutan dalam melaksanakan sholat tarawih, yaitu Duta Imam Sholat Tarawih DKI Jakarta.
Duta Imam Sholat Tarawih DKI Jakarta dipilih oleh Pemerintah DKI Jakarta untuk memimpin sholat tarawih di beberapa masjid yang ada di wilayah Jakarta, bahkan sampai Kepulauan Seribu.
Kolaborasi Pemprov DKI Baznas (Bazis) DKI Jakarta dan LBIQ DKI Jakarta membuka kesempatan bagi masyarakat untuk bergabung menjadi calon duta imam sholat tarawih, dengan mengusung tema “Bersama Duta Imam Tarawih Kita Tingkatkan Kualitas dan Kekhusyuan Qiyam al-Ramadhan”.
Pendaftaran para calon Duta Imam Sholat Tarawih di mulai pada tanggal (01-03 Maret 2023), kemudian
ujian seleksi pada tanggal (07-08 Maret 2023), dan Pengumuman hasil seleksi pada tanggal (10 Maret 2023) yang berjumlah 200 orang yang nantinya akan terpilih.
Syarat yang dipilih adalah laki-laki dewasa, menguasai bacaan Al Quran dengan baik, dan hafal minimal 10 jus Al Quran.

Ditemui di kantor pusat Lembaga Bahasa & Ilmu Al Quran ( LBIQ) DKI Jakarta, di Gedung Graha Mental Spiritual Lt 3 Jl. KH. Mas Mansyur/ Awaluddin II Tanah Abang Jakarta Pusat, pada Selasa pagi (14/3/2023) H.Supli Ali selaku Kepala LBIQ mengatakan, Kegiatan ini bertujuan untuk membantu masjid dalam menyediakan imam tarawih yang berkualitas, baik segi tartil bacaannya maupun qiraahnya (seni membaca Al-Qurannya).
Selain itu, kegiatan ini juga merupakan kontribusi LBIQ dalam mewujudkan shalat tarawih yang khusu dan syahdu.
“Tahun ini merupakan yang ketiga kali seleksi dilakukan. Antusiasme para peserta sangat baik. Ini terlihat minat mereka yang ikut seleksi terus bertambah jumlahnya, pertama kali dilaksanakan tahun 2021, peserta yang mendaftar 200 orang, kemudian tahun 2022 naik menjadi 600 orang dan tahun 2023 sebanyak 1.000 orang lebih pendaftar yang masuk ke panitia seleksi,” terang H Supli Ali.
“Nantinya mereka akan disaring sebanyak 200 orang. Mereka akan disebar di masjid dan mushalah yang ada di lima wilayah DKI Jakarta dan Kabupaten Kepulauan Seribu untuk menjadi imam shalat taraweh pada bulan Ramadhan nanti,” tambah H. Supli, salah seorang anggota tim penguji yang juga dosen di PTIQ menambahkan, bahwa para calon imam tarawih yang terpilih pada Sabtu mendatang (18/3/2023) akan mendapat pembekalan lebih lanjut dari LBIQ. Mereka juga akan mendapat seragam khusus.
“Selanjutnya setiap imam nantinya akan memimpin shalat tarawih di masjid/musholah sebanyak 6 kali, sehingga secara keseluruhan sebanyak 1.200 kali shalat tarawih yang dipimpin oleh imam dari LBIQ ini,” ujar Ali Imran.
Dirinya juga menambahkan, bahwa nantinya para imam sholat tarawih ini akan mengikuti keinginan masyarakat di wilayah tersebut.
“Misalnya di wilayah itu menggunakan 21 rakaat kita ikuti, begitu juga dengan yang 11 rakaat kita ikuti, bahkan kecepatan dalam membaca ayat Al Quran nya kita akan sesuaikan dengan keinginan masyarakat,” pungkasnya.
Pelepasan Duta Imam tarawih ini rencananya akan dilakuka oleh Pj Gubernur DKIJakarta, Heru Budi Hartono, Senin pekan depan (20/3/2023).
Diharapkan melalui program Duta Imam Sholat Tarawih 1444 H ini kualitas Ramadhan, khususnya di wilayah DKI Jakarta, mengalami peningkatan. Berdasarkan pengalaman sebelumnya, banyak masjid/musholah yang merasakan manfaat adanya imam shalat tarawih dan mereka meminta dikirimkan kembali pada bulan Ramadhan setiap tahunnya.
Bagi para pengurus masjid atau musholah yang berminat ingin memakai Duta Imam Sholat Tarawih silahkan menghubungi kantor LBIQ, Tanah Abang, Jakarta Pusat. (hel)