Beranda
Seputar Publik / Berita

Pendekatan Humanis Efektif, PTPN IV PalmCo Pulihkan 223,05 Hektare Aset Negara Tanpa Konflik

Strategi persuasif berbasis dialog dan kepastian hukum menjadi kunci keberhasilan recovery lahan, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan keberlanjutan operasional perusahaan
Pendekatan humanis berbasis dialog dan kepastian hukum mengantarkan PTPN IV PalmCo berhasil memulihkan 223,05 hektare aset negara tanpa konflik, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan produktivitas perusahaan. Pendekatan humanis berbasis dialog dan kepastian hukum mengantarkan PTPN IV PalmCo berhasil memulihkan 223,05 hektare aset negara tanpa konflik, sekaligus menjaga stabilitas sosial dan produktivitas perusahaan.

Seputarpublik.com, JAKARTA — PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV) PalmCo kembali mencatatkan capaian strategis dalam pemulihan aset negara. Hingga Maret 2026, subholding BUMN perkebunan ini berhasil merecovery lahan seluas 223,05 hektare (Ha) yang sebelumnya dikuasai secara ilegal oleh pihak ketiga, melalui pendekatan legal yang humanis dan persuasif tanpa memicu konflik di lapangan.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa penyelesaian sengketa lahan tidak selalu harus ditempuh dengan cara represif. PalmCo justru mengedepankan dialog terbuka, mediasi, serta komunikasi konstruktif dengan berbagai pihak untuk mencapai solusi yang adil dan berkelanjutan.

Direktur Utama PTPN IV PalmCo, Jatmiko K. Santosa, menegaskan bahwa setiap proses pemulihan aset dilakukan dengan menjunjung tinggi prinsip kemanusiaan dan penghormatan terhadap masyarakat sekitar.

“Dalam setiap proses recovery, kami mengedepankan komunikasi dan pemahaman bersama. Kami percaya bahwa penyelesaian terbaik adalah yang tidak menimbulkan konflik, melainkan menghasilkan kesepakatan yang dapat diterima semua pihak,” ujarnya di Jakarta, 12 April 2026.

Ia menambahkan, perusahaan tetap menjadikan jalur hukum sebagai landasan utama, namun membuka ruang dialog sebagai langkah awal. Pendekatan ini dinilai mampu meredam potensi gesekan sekaligus mempercepat penyelesaian di lapangan.

Secara teknis, proses recovery dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari identifikasi legalitas lahan, sosialisasi kepada pihak yang menguasai, hingga negosiasi berbasis solusi. Dalam berbagai kasus, pendekatan persuasif terbukti lebih efektif dalam mempercepat pengembalian aset tanpa harus melalui proses hukum yang panjang.

Direktur Keuangan & Manajemen Risiko PTPN IV PalmCo, Hilda Savitri, menyebut pendekatan humanis tersebut juga memberikan dampak positif terhadap keberlangsungan operasional perusahaan.

“Ketika proses recovery berjalan tanpa konflik, maka transisi pemanfaatan lahan menjadi lebih cepat. Hal ini berdampak langsung pada produktivitas perusahaan serta memberikan kepastian bagi seluruh pemangku kepentingan,” jelasnya.

PalmCo memastikan seluruh langkah tetap berada dalam koridor hukum yang berlaku. Pendekatan persuasif bukan berarti mengurangi ketegasan, melainkan menjadi strategi untuk mencapai hasil yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan.

Dengan melibatkan masyarakat serta aparat setempat, proses pemulihan aset berjalan lebih transparan dan minim resistensi. Keberhasilan ini menjadi bukti bahwa pendekatan non-konfrontatif mampu memberikan hasil nyata, tidak hanya dalam mengamankan aset negara, tetapi juga menjaga hubungan harmonis dengan masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Ke depan, PTPN IV PalmCo berkomitmen untuk terus mengedepankan strategi serupa dalam setiap penyelesaian sengketa lahan. Kombinasi antara kepastian hukum dan pendekatan humanis diyakini menjadi kunci dalam menciptakan stabilitas serta keberlanjutan bisnis di sektor perkebunan nasional.(red)*