Ia juga menyoroti pentingnya pemeliharaan Tanaman Menghasilkan (TM), khususnya melalui kegiatan tunasan. Menurutnya, pengelolaan tunasan yang disiplin dan terstruktur akan berdampak langsung terhadap kelancaran proses panen.
“Pemeliharaan TM seperti tunasan harus dikawal dengan baik untuk mempermudah panen serta meningkatkan efektivitas premi progresif, yang pada akhirnya mendorong efisiensi dan produktivitas,” tegasnya.
Selain itu, perhatian juga diberikan pada pengelolaan Tanaman Belum Menghasilkan (TBM) sebagai fondasi produksi jangka panjang. Ia menekankan pentingnya kegiatan kastrasi serta pengendalian hama dan penyakit secara disiplin dan berkelanjutan.
“Pemeliharaan TBM harus dilakukan secara serius. Kastrasi dan pengendalian hama penyakit harus berjalan konsisten agar pertumbuhan tanaman optimal dan masa panen dapat dicapai sesuai target,” jelasnya.
Kunjungan kerja ini sekaligus menjadi momentum evaluasi terhadap implementasi standar operasional di lapangan, serta mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan oleh masing-masing unit. Diskusi antara manajemen dan tim kebun diharapkan mampu memperkuat pemahaman serta meningkatkan kualitas pelaksanaan kerja.
Sejalan dengan transformasi Holding Perkebunan Nusantara, penguatan disiplin operasional dan peningkatan kualitas pemeliharaan tanaman menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan kinerja perusahaan.
Melalui langkah ini, PTPN IV Regional VII menegaskan komitmennya untuk memastikan seluruh proses produksi berjalan efektif dan efisien. Sinergi antara manajemen dan karyawan menjadi fondasi utama dalam mendorong pencapaian target perusahaan.
Dengan pengawalan yang konsisten dan implementasi strategi yang tepat, PTPN IV Regional VII optimistis dapat terus meningkatkan produktivitas kebun serta memberikan kontribusi nyata terhadap kinerja perusahaan secara keseluruhan.(Adv)*
Komentar