Seputar Publik / Berita

PMI Jakarta Utara Tingkatkan Kapasitas Digital Relawan Lewat Pelatihan Videografi Hybrid

Bidang Infokom PMI Jakarta Utara menggelar Pelatihan Videografi secara hybrid untuk meningkatkan kompetensi relawan, staf, KSR, dan peserta PKL dalam menghasilkan konten visual berkualitas guna mendukung publikasi kegiatan kemanusiaan.
Wakil Sekretaris PMI Jakarta Utara, Hendra Darmawan dan Kabid Infokom  Ilham Darmawan, saat memberikan Pelatihan Videografi Hybrid yang diselenggarakan Bidang Infokom PMI Jakarta Utara di Aula PMI Jakarta Utara sebagai upaya meningkatkan kemampuan produksi konten visual dan publikasi digital kegiatan kemanusiaan. Wakil Sekretaris PMI Jakarta Utara, Hendra Darmawan dan Kabid Infokom Ilham Darmawan, saat memberikan Pelatihan Videografi Hybrid yang diselenggarakan Bidang Infokom PMI Jakarta Utara di Aula PMI Jakarta Utara sebagai upaya meningkatkan kemampuan produksi konten visual dan publikasi digital kegiatan kemanusiaan.

Pada sesi tatap muka, pelatihan diikuti 20 peserta yang terdiri atas staf PMI, pengurus Korps Sukarela (KSR), petugas posko, anggota Forum Remaja Palang Merah Indonesia (Forpis), relawan, serta peserta Praktik Kerja Lapangan (PKL) dari Bidang Infokom.

Sementara itu, peserta yang mengikuti secara daring berasal dari anggota KSR Angkatan 2026, yang memanfaatkan platform Zoom Meeting untuk mengikuti seluruh rangkaian materi pelatihan.

Partisipasi peserta dari berbagai kalangan tersebut mencerminkan tingginya antusiasme dalam meningkatkan keterampilan digital sebagai bagian dari penguatan pelayanan informasi kemanusiaan.

Perkuat Publikasi Visual Kegiatan Kemanusiaan

Wakil Sekretaris PMI Jakarta Utara, Hendra Darmawan, menilai kemampuan memproduksi konten visual menjadi kebutuhan penting di era digital agar berbagai kegiatan pelayanan kemanusiaan PMI dapat tersampaikan kepada masyarakat secara lebih luas.

> "Masyarakat jadi mengetahui semua kegiatan pelayanan PMI yang dipublikasikan melalui media sosial PMI," ujar Hendra di sela kegiatan.

Ia berharap pelatihan tersebut mampu meningkatkan kompetensi peserta dalam memproduksi video yang informatif, menarik, dan memiliki nilai publikasi, sehingga tidak hanya berfungsi sebagai dokumentasi, tetapi juga menjadi media edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat.

Tulis Komentar

Komentar