Namun demikian, pelaksanaan program juga menghadapi sejumlah tantangan, termasuk adanya kasus gangguan kesehatan yang diduga berkaitan dengan penyediaan makanan di beberapa daerah. Sebagai tindak lanjut, BGN telah melakukan evaluasi dan penghentian sementara operasional sejumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memerlukan perbaikan tata kelola.
Berdasarkan data per 29 Mei 2026, sebanyak 27.208 SPPG telah beroperasi di seluruh Indonesia. Dari jumlah tersebut, 8.182 SPPG tercatat pernah mendapatkan penghentian sementara operasional sebagai bagian dari proses evaluasi dan pengawasan program.
Sementara itu, cakupan Program Makan Bergizi Gratis terus meningkat. Data per 3 Maret 2026 menunjukkan jumlah penerima manfaat telah mencapai 61,2 juta orang, dengan sekitar 49 juta di antaranya merupakan peserta didik di berbagai jenjang pendidikan.
Menteri Sekretaris Negara menegaskan bahwa pergantian kepemimpinan ini merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk memperkuat efektivitas pelaksanaan program strategis nasional tersebut.
Pergantian pimpinan BGN diharapkan dapat semakin meningkatkan kualitas layanan, memperkuat pengawasan, serta memastikan Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal, tepat sasaran, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Indonesia.(*/hel)
Komentar