> “Tantangan tersendiri bagi praja adalah banyaknya bahan kimia dan jarum suntik di sekitar laboratorium kesehatan,” ungkapnya.
Praja IPDN juga diarahkan untuk membilas botol-botol bahan kimia yang pecah serta meningkatkan kewaspadaan terhadap paku dan pecahan kaca. Meski sebagian besar jarum suntik masih dalam kondisi tersegel, aspek keselamatan kerja tetap menjadi prioritas utama selama proses pembersihan berlangsung.
Sementara itu, Perencana Ahli Muda Dinkes Kabupaten Aceh Tamiang, Hermanto, mengapresiasi kontribusi nyata Praja IPDN dalam mempercepat pemulihan kantor dan layanan kesehatan. Ia menyebut perubahan kondisi kantor sangat signifikan dibandingkan masa awal pascabencana.
> “Sekitar 80 persen sudah bersih. Tinggal finishing akhir untuk tingkat kebersihannya. Alhamdulillah, kerja adik-adik praja ini sangat kami apresiasi,” ujarnya.
Hermanto menambahkan, sebagian praja IPDN sementara bermukim di Aula Dinkes. Sejumlah fasilitas layanan vital, seperti Public Safety Center (PSC) Kabupaten Aceh Tamiang, telah dibersihkan dan kini difungsikan sebagai posko. Ketersediaan air bersih serta fasilitas kamar mandi juga sudah kembali dapat digunakan.
> “Alhamdulillah, terima kasih atas atensi dan bantuan yang diberikan. Ini sangat membantu kami dalam memulihkan layanan kesehatan,” pungkasnya. [Red]
Puspen Kemendagri
Komentar