Dalam kesempatan yang sama, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas, Rachmat Pambudy, turut mengapresiasi kegiatan tersebut. Ia menilai silaturahmi lintas latar belakang yang terbangun di lingkungan warga menjadi contoh nyata kehidupan sosial yang inklusif.
“Selama 40 tahun tinggal di sini, baru kali ini saya merasakan silaturahmi lintas usia, suku, agama, dan latar belakang seperti ini,” ujarnya.
Ia menambahkan, Jakarta bukan sekadar kota metropolitan, tetapi juga ruang hidup yang memungkinkan tumbuhnya rasa kebersamaan dan kebanggaan sebagai satu komunitas.
Sementara itu, Ketua Panitia kegiatan, Ning Pramono, menyampaikan bahwa acara tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi Idulfitri, tetapi juga bentuk syukur atas keberagaman yang terus dirawat oleh warga.
“Ini bukan sekadar halalbihalal, tetapi juga perayaan kebersamaan dalam berbagai momen lintas agama, mulai dari Natal, Tahun Baru, Imlek, Nyepi, hingga Paskah,” jelasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah tokoh penting, antara lain Wakil Ketua KPK RI Agus Joko Purnomo, Anggota DPRD DKI Jakarta Ali Suharli, Wakil Wali Kota Jakarta Selatan Ali Murtado, serta tokoh masyarakat setempat.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berharap semangat toleransi dan kebersamaan terus terjaga sebagai kekuatan utama dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis di ibu kota.(*/hel)
Komentar