
Dalam sambutannya, Datuk Abdul Halim Kader menegaskan bahwa penyelenggaraan diklat yang berlangsung selama lima hari merupakan tindak lanjut konkret dari hasil pertemuan antara PB PSTI dan ASTAF sekitar tiga bulan lalu. Menurutnya, realisasi program tersebut menunjukkan komitmen serta kepemimpinan PB PSTI dalam menjalankan agenda pembinaan secara berkelanjutan.
> "Pelatihan khusus selama lima hari di Jakarta ini merupakan hasil dari pertemuan antara PB PSTI dengan ASTAF tiga bulan lalu. Ini menunjukkan kepemimpinan PB PSTI yang tidak hanya menyusun program, tetapi juga mampu merealisasikannya sebagai bentuk tanggung jawab dalam mengembangkan olahraga sepak takraw," ujar Datuk Abdul Halim Kader.
Ia juga mengapresiasi langkah PB PSTI yang memberikan kesempatan kepada peserta dari berbagai provinsi untuk mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, pendekatan yang inklusif menjadi bagian penting dalam menciptakan pemerataan kualitas wasit sekaligus memperkuat sistem pembinaan nasional.
Datuk Abdul Halim Kader berharap seluruh peserta mampu memenuhi standar kompetensi sehingga siap bertugas pada berbagai kejuaraan mulai November 2026, baik di tingkat nasional maupun internasional sesuai kebutuhan organisasi.
> "Yang paling penting, seorang wasit harus memiliki tanggung jawab, integritas, dan komitmen dalam menjalankan tugasnya sesuai dengan aturan permainan. Profesionalisme dan independensi merupakan fondasi utama dalam menjaga kualitas pertandingan," tegasnya.
Pembukaan Diklat Wasit Nasional oleh Presiden ASTAF yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal ISTAF semakin mempertegas dukungan federasi sepak takraw tingkat Asia dan dunia terhadap pengembangan olahraga sepak takraw di Indonesia.
Melalui program peningkatan kapasitas wasit yang mengedepankan standar internasional, PB PSTI diharapkan mampu memperkuat kualitas penyelenggaraan kompetisi, mempercepat regenerasi perangkat pertandingan, serta menyiapkan sumber daya perwasitan yang profesional, berintegritas, dan berdaya saing untuk mendukung prestasi sepak takraw Indonesia di tingkat regional maupun internasional.(Rend')*
Komentar