Dalam kesempatan tersebut, Heru Tri Widarto menegaskan bahwa PTPN IV PalmCo memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kebutuhan pangan dan energi nasional. Menurutnya, implementasi B50 membutuhkan dukungan pasokan CPO domestik yang kuat, yang dapat didorong melalui peningkatan produktivitas kebun rakyat dan penguatan rantai pasok sawit nasional.
Ia juga menyampaikan bahwa Kementerian Pertanian memandang langkah PalmCo sebagai momentum strategis untuk mempercepat transformasi industri sawit nasional.
"Kami mengapresiasi peran PTPN IV PalmCo yang menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas sawit rakyat dapat berjalan seiring dengan penguatan ketahanan pangan dan dukungan terhadap program energi nasional," ujar Heru dalam dialog bersama petani di Adolina.
Program Biodiesel B50 yang dimandatkan pemerintah mewajibkan pencampuran 50 persen solar fosil dengan 50 persen Fatty Acid Methyl Ester (FAME) berbasis sawit. Kebijakan tersebut diproyeksikan menyerap tambahan sekitar 1–2 juta ton CPO domestik setiap tahun, sehingga diharapkan dapat memperkuat kemandirian energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor solar.
Komentar