Seputar Publik / Berita

Proyek Sungai Cibanten Rp21,56 Miliar Disorot, Muncul Dugaan Volume Galian dan Kawat Bronjong

Forum Komunikasi Masyarakat Banten meminta BBWSC3 mengevaluasi pekerjaan pengendalian banjir di Kota Serang, termasuk perhitungan volume galian lumpur, spesifikasi kawat bronjong, dan progres fisik proyek.
Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang dengan nilai kontrak sekitar Rp21,56 miliar menjadi sorotan Forum Komunikasi Masyarakat Banten. Mereka meminta pemeriksaan terhadap volume galian, spesifikasi kawat bronjong, dan progres pekerjaan di lapangan. Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang dengan nilai kontrak sekitar Rp21,56 miliar menjadi sorotan Forum Komunikasi Masyarakat Banten. Mereka meminta pemeriksaan terhadap volume galian, spesifikasi kawat bronjong, dan progres pekerjaan di lapangan.

Seputarpublik.com || SERANG, — Proyek Pembangunan Pengendalian Banjir Sungai Cibanten di Kota Serang, Banten, dengan nilai kontrak Rp21.565.495.000 yang bersumber dari APBN, menjadi sorotan Forum Komunikasi Masyarakat Banten. Sejumlah aspek pekerjaan dipertanyakan, mulai dari perhitungan volume galian lumpur, spesifikasi kawat bronjong, hingga progres fisik proyek.

Proyek yang berada di bawah Balai Besar Wilayah Sungai Cidanau Ciujung Cidurian (BBWSC3) melalui SNVT Pelaksanaan Jaringan Sumber Air (PJSA) Cidanau Ciujung Cidurian tersebut dikerjakan oleh PT Mega Karya Sentralindo, dengan PT Oseano Adhita Pramana sebagai konsultan pengawas, berdasarkan data proyek yang disampaikan kepada redaksi.

Ketua Forum Komunikasi Masyarakat Banten, Samsul, yang menyatakan memiliki pengalaman di bidang konstruksi, meminta pihak terkait melakukan evaluasi dan pemeriksaan teknis terhadap pelaksanaan pekerjaan tersebut.

Perhitungan Volume Galian Dipertanyakan


Tulis Komentar

Komentar