Seputar Publik / Berita

PT Industri Karet Nusantara Perkuat Kerja Sama Internasional, CEO Resine Italiane SRL Kunjungi Medan

Kunjungan CEO perusahaan asal Italia ini membahas peluang kolaborasi pengembangan produk, peningkatan mutu, pertukaran teknologi, serta penguatan daya saing industri karet.
PT Industri Karet Nusantara menerima kunjungan CEO Resine Italiane SRL dari Italia pada 6–8 Oktober 2026 untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dan pengembangan industri karet. PT Industri Karet Nusantara menerima kunjungan CEO Resine Italiane SRL dari Italia pada 6–8 Oktober 2026 untuk menjajaki peluang kerja sama strategis dan pengembangan industri karet.

Meninjau Proses Produksi dari Hulu hingga Hilir

Rangkaian kunjungan diawali dengan pertemuan di Holding Perkebunan Nusantara, Jakarta. Agenda kemudian dilanjutkan ke kantor PT Industri Karet Nusantara di Medan untuk berdiskusi mengenai produk perusahaan dan peluang kerja sama yang dapat dikembangkan.

Selanjutnya, rombongan meninjau Pabrik Resiprene dan melanjutkan kunjungan ke Kebun dan PPK Gunung Para, yang menjadi salah satu pemasok bahan baku karet. Peninjauan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung proses produksi dari sisi hulu.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan ke PT KINRA guna menjajaki peluang pengembangan pabrik ke depan.

Dorong Inovasi dan Daya Saing Produk

PT Industri Karet Nusantara berharap hubungan strategis yang dijajaki melalui kunjungan tersebut dapat berkembang menjadi kerja sama yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak. Potensi manfaat itu mencakup pengembangan produk, peningkatan kualitas, serta perluasan peluang pasar.

Melalui agenda ini, PT Industri Karet Nusantara menegaskan upayanya untuk memperkuat kualitas produk, meningkatkan standar mutu, dan mengembangkan inovasi yang selaras dengan dinamika industri serta ekspektasi pelanggan.

Penjajakan kerja sama internasional tersebut diharapkan menjadi salah satu langkah untuk mendukung pengembangan bisnis dan memperkuat daya saing PT Industri Karet Nusantara di industri karet.(Redaksi.)

Tulis Komentar

Komentar