Seputar Publik / Berita

Pemred Sudut Pandang Umi Sjarifah Raih Anugerah SMSI 2026 sebagai Tokoh Inspiratif Indonesia

Penghargaan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) diberikan atas kontribusi, kepemimpinan, serta dedikasi Umi Sjarifah dalam menjaga eksistensi media dan menginspirasi perempuan mengambil peran strategis di dunia jurnalistik.
Pemimpin Redaksi Sudut Pandang, Umi Sjarifah, menerima Anugerah SMSI 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat dunia pers serta menginspirasi perempuan di bidang jurnalistik. Pemimpin Redaksi Sudut Pandang, Umi Sjarifah, menerima Anugerah SMSI 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia. Penghargaan ini menjadi pengakuan atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat dunia pers serta menginspirasi perempuan di bidang jurnalistik.

Seputarpublik.com || JAKARTA -- Pemimpin Redaksi (Pemred) Majalah Sudut Pandang dan Sudutpandang.id, Umi Sjarifah, menerima Anugerah Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) 2026 kategori Tokoh Inspiratif Indonesia. Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Ketua Umum SMSI, Firdaus, dalam Malam Anugerah SMSI 2026 di Hall Dewan Pers, Kebon Sirih, Jakarta, Kamis (18/6/2026) malam.

Siaran pers SMSI Pusat yang diterima pada Jumat (19/6/2026), menyebutkan, penghargaan diberikan kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam mendukung perkembangan pers nasional, khususnya media siber di Indonesia. SMSI menilai, Umi Sjarifah sebagai salah satu perempuan tangguh yang mampu menjaga eksistensi media di tengah berbagai keterbatasan. Kepemimpinannya di dunia pers juga dinilai menginspirasi perempuan untuk berani mengambil peran strategis dalam jurnalistik dan media.

Ketua Umum SMSI Pusat, Firdaus mengatakan, Anugerah SMSI merupakan bentuk apresiasi kepada individu yang berperan dalam menjaga keberlangsungan dan kemajuan ekosistem pers nasional.

"Anugerah SMSI menjadi ruang apresiasi bagi para tokoh yang selama ini memberikan sumbangsih nyata dalam menjaga keberlangsungan, kemajuan, serta ekosistem pers Indonesia, khususnya media siber," ujar Firdaus.

Tulis Komentar

Komentar