Menurut Jatmiko, penguatan sistem pengendalian internal tidak semata untuk memenuhi kewajiban regulasi. Di tengah dinamika industri dan tuntutan transparansi terhadap badan usaha milik negara, sistem pengawasan yang kuat menjadi kebutuhan strategis bagi perusahaan.
“Kepercayaan pemangku kepentingan sangat ditentukan oleh kualitas tata kelola. Karena itu, transformasi ini diarahkan agar perusahaan tidak hanya unggul dalam operasional, tetapi juga kokoh dari sisi manajemen risiko dan akuntabilitas,” katanya.
Mencakup Seluruh Proses Keuangan
Dalam implementasinya, sistem ICoFR di PTPN IV mencakup berbagai proses yang berpengaruh langsung terhadap laporan keuangan, seperti pendapatan, produksi, pengadaan, pengelolaan aset, hingga proses penutupan laporan keuangan.
Perusahaan terlebih dahulu mengidentifikasi akun-akun yang memiliki pengaruh signifikan terhadap neraca serta laporan laba rugi. Berdasarkan identifikasi tersebut, perusahaan merancang berbagai mekanisme kontrol untuk memastikan setiap transaksi tercatat secara akurat dan dapat ditelusuri.
Tahapan implementasi dilakukan secara bertahap, mulai dari perancangan kontrol, penerapan dan pemantauan berkelanjutan, evaluasi efektivitas, hingga perbaikan apabila ditemukan kelemahan dalam sistem.
Komentar