Seputarpublik.com || BOGOR – PT Riset Perkebunan Nusantara (RPN), entitas Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), menerima kunjungan delegasi Duke Corporate Education (Duke CE) dalam rangka company visit yang bertujuan memperkuat kolaborasi di bidang pengembangan kepemimpinan, inovasi, serta implementasi prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) di sektor perkebunan.
Kunjungan yang berlangsung di Bogor pada 21 Juli 2026 ini menjadi momentum strategis untuk memperkenalkan transformasi yang tengah dijalankan PTPN Group melalui PT RPN, khususnya dalam pengembangan riset, inovasi, digitalisasi, dan praktik bisnis berkelanjutan guna meningkatkan daya saing industri perkebunan di tingkat global.
Delegasi Duke CE disambut oleh jajaran manajemen PT RPN dan mengikuti sejumlah agenda, mulai dari pemaparan profil perusahaan, demonstrasi teknologi digital seperti Chat OPA, e-Hara, dan NusaGIS, hingga diskusi interaktif mengenai tantangan serta peluang industri perkebunan di masa depan.
Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan ke Unit Bogor Getas dan Kebun Percobaan Kopyor Ciomas untuk melihat secara langsung berbagai aktivitas riset, inovasi, serta pengembangan teknologi yang dilakukan PT RPN.
Senior Executive Vice President (SEVP) Riset, Inovasi & Sustainability PT RPN, Dr. Misnawi, mengatakan industri perkebunan menghadapi tantangan yang semakin kompleks seiring perkembangan pasar global. Menurutnya, kolaborasi menjadi faktor penting dalam mendorong kemajuan sektor perkebunan.
"Perkebunan semakin berkembang dan semakin besar. Tantangan yang kita hadapi pun semakin besar. Karena itu, sinergi dan kolaborasi menjadi kunci. Pertemuan antara Duke Corporate Education, PT RPN, dan PTPN Group merupakan kesempatan berharga untuk mempererat kerja sama dalam membangun industri perkebunan yang lebih maju, tidak hanya di Indonesia, tetapi juga memperluas jejaring dan dampaknya di tingkat global," ujar Misnawi.
Sementara itu, Managing Director for Middle East & APAC Duke Corporate Education, Dennis Foo, menyampaikan apresiasi atas sambutan yang diberikan PTPN Group dan PT RPN. Ia menilai penerapan ESG telah menjadi kebutuhan penting dalam mendukung keberlanjutan bisnis.
"Terima kasih kepada PTPN Group dan seluruh panitia yang telah menerima kami hari ini. Berbagi wawasan mengenai ESG menjadi sangat penting karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan kebutuhan. Kita membutuhkan ESG hari ini, besok, dan di masa depan sebagai fondasi bagi pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan," ungkap Dennis.
Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara dunia industri dan institusi pendidikan global. Pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta praktik terbaik diharapkan mampu memperkuat kapasitas sumber daya manusia, mempercepat inovasi, dan mendorong transformasi sektor perkebunan menuju industri yang lebih modern, berdaya saing, dan berkelanjutan.
Melalui kolaborasi lintas negara dan lintas sektor tersebut, PT Riset Perkebunan Nusantara sebagai bagian dari Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan inovasi yang memberikan nilai tambah bagi industri perkebunan nasional sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pemain penting dalam ekosistem perkebunan berkelanjutan di tingkat global.(Adv)*