Seputar Publik / Berita

PTPN I Bidik Pasar Eropa, Cerutu Premium Jember Siap Go Global

Holding Perkebunan Nusantara kembangkan 400 hektare tembakau bawah naungan di Jember untuk memperkuat hilirisasi dan ekspor cerutu premium berkualitas dunia.
PTPN I Regional 5 mulai pengembangan 400 hektare tembakau bawah naungan di Jember untuk memperkuat produksi cerutu premium dan memperluas pasar ekspor ke Eropa. PTPN I Regional 5 mulai pengembangan 400 hektare tembakau bawah naungan di Jember untuk memperkuat produksi cerutu premium dan memperluas pasar ekspor ke Eropa.

Pilar pertama adalah peningkatan produktivitas secara konsisten sesuai target yang telah ditetapkan. Pilar kedua adalah menjaga kualitas produk pada level tertinggi agar mampu memenuhi standar perusahaan dan ekspektasi pasar internasional yang mengutamakan produk premium.

Selain aspek bisnis, perusahaan juga menempatkan dimensi sosial dan lingkungan sebagai bagian penting dari keberlanjutan usaha. Pilar ketiga dan keempat adalah menjaga keharmonisan lingkungan kerja serta memastikan pertumbuhan bisnis memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekitar.

“Ketika bisnis ini tumbuh dan berkembang, tujuan mulia kita adalah membuka lapangan kerja baru seluas-luasnya dan menyerap lebih banyak tenaga kerja lokal. Perusahaan harus membawa dampak kesejahteraan bagi lingkungan sekitar,” lanjutnya.

Pilar kelima yang menjadi perhatian utama adalah kemampuan perusahaan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim dan ketidakpastian cuaca yang semakin dinamis. Untuk itu, seluruh tim operasional diminta memperkuat mitigasi risiko dan meningkatkan disiplin dalam penerapan Good Agriculture Practices (GAP).

“Kita harus mampu beradaptasi dengan perubahan iklim dan cuaca yang ekstrem. Kuncinya adalah disiplin total dalam penerapan Good Agriculture Practices. Dengan standar budidaya yang benar, kami optimistis tembakau Jember akan semakin kokoh menguasai pasar cerutu dunia,” pungkas Teddy.

Melalui pengembangan tembakau bawah naungan ini, PTPN I bersama Holding Perkebunan Nusantara terus memperkuat transformasi bisnis berbasis hilirisasi dan penciptaan nilai tambah. Langkah tersebut diharapkan tidak hanya meningkatkan kontribusi terhadap devisa negara, tetapi juga semakin mengukuhkan posisi sebagai salah satu sentra penghasil tembakau cerutu premium terbaik di dunia, sekaligus membuka peluang kerja baru dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan.(Adv)*

Tulis Komentar

Komentar