Seputarpublik.com || SEMARANG – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) melalui PTPN I (Persero) Regional 3 terus mengoptimalkan aset perkebunan melalui pengembangan sektor agrowisata yang menghadirkan pengalaman rekreasi, edukasi, dan relaksasi berbasis alam. Beragam destinasi yang tersebar di Jawa Tengah kini menjadi pilihan wisata bagi masyarakat yang ingin menikmati suasana tenang jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Hamparan kebun teh yang hijau, udara pegunungan yang sejuk, aroma kopi segar, hingga panorama alam yang memanjakan mata menjadi daya tarik utama destinasi wisata yang dikelola perusahaan. Pengembangan ini merupakan bagian dari strategi diversifikasi usaha sekaligus optimalisasi aset non-produktif secara berkelanjutan.
Bagi masyarakat perkotaan yang setiap hari berhadapan dengan kemacetan, polusi, dan tekanan aktivitas, keberadaan kawasan wisata berbasis perkebunan menjadi alternatif ruang relaksasi yang menawarkan ketenangan alami.
Firman (30), seorang pekerja kreatif asal Jakarta, mengaku mendapatkan pengalaman berbeda saat mengunjungi kawasan Agrowisata Jollong di Kabupaten Pati.
> “Bangun tidur biasanya langsung mendengar suara kendaraan. Di sini justru disambut suara burung dan udara yang sangat segar. Suasananya benar-benar menenangkan dan memberikan pengalaman yang sulit ditemukan di kota besar,” ujarnya.
Agrowisata Jollong, Surga Kopi di Lereng Muria
satu destinasi unggulan yang dikelola PTPN I Regional 3 adalah Agrowisata Jollong yang berada di lereng Gunung Muria, Kabupaten Pati.
Berlokasi pada ketinggian sekitar 900 meter di atas permukaan laut, kawasan ini menawarkan suasana pegunungan yang asri dengan ikon tugu cangkir kopi raksasa sebagai simbol sejarah panjang perkebunan kopi di wilayah tersebut.
Pengunjung dapat menikmati berbagai aktivitas seperti mencicipi kopi lokal, menjelajahi Bukit Naga, memetik buah segar, menikmati terapi ikan, hingga mengunjungi Air Terjun Grenjengan yang menjadi salah satu daya tarik favorit wisatawan.
Kampoeng Karet, Wisata Edukasi di Kaki Gunung Lawu
Di Kabupaten Karanganyar, PTPN I Regional 3 mengembangkan Kampoeng Karet sebagai destinasi wisata keluarga berbasis edukasi perkebunan karet.
Terletak di kawasan kaki Gunung Lawu, lokasi ini menawarkan suasana teduh dengan deretan pohon karet yang rimbun. Pengunjung dapat menikmati berbagai fasilitas rekreasi seperti area bermain anak, kolam renang, gazebo, hingga konsep camping praktis yang seluruh fasilitasnya telah disiapkan oleh pengelola.
Kaligua, Menikmati Sejuknya Kebun Teh di Ketinggian 2.050 Mdpl
Bagi pecinta wisata pegunungan, Agrowisata Kaligua menjadi destinasi yang menawarkan pengalaman berbeda.
Berada di kaki Gunung Slamet dengan ketinggian mencapai 2.050 meter di atas permukaan laut, kawasan ini memiliki suhu yang dapat mencapai 4 derajat Celsius. Hamparan kebun teh peninggalan era kolonial Belanda sejak tahun 1889 menjadi daya tarik utama yang menghadirkan panorama alam menawan.
Wisatawan dapat menikmati berbagai lokasi favorit seperti Puncak Sakub untuk menyaksikan matahari terbit, Gua Jepang yang sarat nilai sejarah, serta mata air Tuk Bening yang terkenal dengan kejernihan dan kesegarannya.
Banaran Sky View, Menikmati Panorama Tujuh Gunung
Sementara itu, Banaran Sky View menawarkan pengalaman wisata kuliner dengan pemandangan spektakuler Danau Rawa Pening dan deretan tujuh gunung yang mengelilinginya.
Lokasinya yang strategis di kawasan Bawen, Kabupaten Semarang, menjadikan destinasi ini mudah diakses oleh wisatawan yang melintas di jalur utama Jawa Tengah.
Selain menikmati beragam menu kuliner dan kopi khas perkebunan, pengunjung juga dapat merasakan pengalaman glamping melalui fasilitas Banaran Coffee Camp yang berada di tengah kawasan kebun kopi.
Optimalisasi Aset untuk Wisata Berkelanjutan
Pengembangan destinasi wisata berbasis perkebunan ini menjadi bagian dari komitmen Holding Perkebunan Nusantara melalui PTPN I (Persero) dalam mengoptimalkan aset perusahaan secara produktif dan berkelanjutan.
Selain memberikan nilai tambah ekonomi, konsep agrowisata juga menghadirkan manfaat edukasi, pelestarian lingkungan, serta membuka peluang pemberdayaan masyarakat di sekitar kawasan perkebunan.
Melalui pengelolaan yang profesional, destinasi-destinasi tersebut kini tidak hanya menjadi ruang rekreasi, tetapi juga menjadi simbol bagaimana kawasan perkebunan dapat bertransformasi menjadi pusat wisata alam yang memberikan pengalaman berkelas, nyaman, dan berkelanjutan bagi masyarakat luas.(Adv)*