Ketua DPD I Aspekpir Provinsi Riau, Sutoyo, menyebutkan bahwa hilirisasi produk sawit menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah bagi petani.
“Perempuan memiliki ketelitian dan kreativitas tinggi, sehingga berperan besar dalam pengembangan produk turunan sawit,” katanya.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerjasama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra, menilai program ini sejalan dengan upaya penguatan sektor hilir serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di daerah perkebunan.
Solusi Lingkungan Sekaligus Peluang Ekonomi
Selain berdampak pada ekonomi, program ini juga menjadi solusi pengelolaan limbah sawit yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Kampar, Marahalim, mengapresiasi langkah kolaboratif ini yang dinilai mampu membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.
Melalui sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan organisasi petani, pengolahan limbah sawit kini tidak hanya menjadi isu lingkungan, tetapi juga sumber pertumbuhan ekonomi baru yang inklusif, khususnya bagi perempuan di wilayah perkebunan.(red)
Komentar