Sementara itu, luas kebun inti perusahaan mencapai sekitar 71.000 hektare. Dengan demikian, luas kebun masyarakat yang dikelola dalam kemitraan tersebut setara hampir 80 persen dari luas kebun inti, atau melampaui ketentuan fasilitasi pembangunan kebun masyarakat sebesar 20 persen sebagaimana disampaikan perusahaan.
Sori menilai capaian tersebut menunjukkan bahwa kemitraan petani telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari model bisnis perusahaan. Selain mendukung ketersediaan bahan baku, keberadaan petani mitra juga berkontribusi terhadap perputaran ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penguatan sistem manajemen tunggal atau single management, yang mengintegrasikan pengelolaan kebun, penerapan praktik budi daya, pendampingan kelembagaan, hingga pemasaran hasil panen petani.
Melalui pola tersebut, perusahaan berupaya memastikan petani memperoleh akses terhadap pendampingan teknis dan pasar yang lebih terjamin. Di sisi lain, perusahaan mendapatkan pasokan TBS dengan kualitas dan kesinambungan yang lebih terukur.
Produktivitas kebun rakyat menjadi perhatian
Komentar